Berita

Rencana Baru Chan Rothana Setelah Kemenangan Terbesar Di Bangkok

20 Agu 2019

Chan Rothana merayakan salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah bela diri campuran di Kamboja dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD.

Pada hari Jumat, tanggal 16 Agustus, lelaki asal Phnom Penh ini mengalahkan pegulat Olimpiade asal Kuba Gustavo “El Gladiador” Balart setelah tiga ronde yang penuh aksi di Bangkok, Thailand.

Perwakilan Selapak dan FFG berusia 33 tahun ini meraih kemenangan mutlak dari para juri, tetapi hal ini bahkan tak dapat merangkum keseluruhan laga yang dipenuhi pertukaran serangan ini.

Chan terpaksa lebih banyak bertahan pada ronde pembuka laga ini, saat Gustavo menyerang dengan kemampuan gulat kelas dunianya.

Tetapi, Finalis ONE Cambodia Featherweight Grand Prix ini mengetahui bahwa ia harus menghadapi lawan dengan kemampuan grappling elit, dimana ia telah mempersiapkan diri menghadapi badai serangan tersebut.

“Saya menonton banyak video dari Gustavo sebelum kemenangan besar saya minggu kemarin. Pelatih dan tim saya memberikan panduan terkait kekuatan dan kelemahannya, maka itu saya mengetahui cara menanganinya,” kata Chan.

“Saya kira ia terlalu ingin menyeret saya ke bawah. Setelah [percobaan] takedown pada ronde pertama dan kedua, saya dapat mengukur kekuatannya, dan dia [menjadi] tidak terlalu berbahaya.”

Saat ronde terakhir dimulai, Gustavo terlihat cukup lelah dan Chan tetap berdiri diatas kedua kakinya selama lima menit terakhir ini untuk meluncurkan serangan yang luar biasa.

Atlet Kamboja ini mulai menendang tanpa takut terseret jatuh, serta menyerang dengan seluruh kemampuannya untuk mencari penyelesaian melalui kekuatan pukulan yang memojokkan “El Gladiador.”

Chan rOthana defeats Gustavo Balart via unanimous decision at ONE: DREAMS OF GOLD

“Saya membalikkan keadaan pada ronde ketiga dengan menerapkan [gaya] kickboxing saya, dan menyerangnya dengan tendangan, serangan lutut dan pukulan,” katanya.

“Jika saya tidak melakukan itu, akan sulit untuk menang.”

Walau Chan tidak meraih penyelesaian yang ia inginkan, yang terjadi saat itu sebagian besar hanya berjalan satu arah, dan Gustavo hanya memberikan sedikit respon karena ia terlebih dahulu kelelahan menjelang akhir kontes tersebut.

Kedua atlet tidak sabar menunggu hasil laga mereka, dan pada akhirnya ketiga juri menyetujui bahwa dominasi atlet dari Selapak ini pada saat terakhir mampu membawanya unggul atas lawannya dengan sebuah keputusan mutlak.

Chan meluapkan kegembiraan saat namanya disebut dan ia merayakannya bersama dengan timnya. Saat ini, beberapa hari setelah kesuksesan besarnya itu, pemikirannya telah berubah seluruhnya.

Dengan rekor 7-3 sebagai seorang atlet bela diri campuran dan tiga kemenangan beruntun – salah satu yang terbaik dalam divisinya – penantang divisi flyweight ini memiliki target yang lebih besar.

Chan Rothana defeats Gustavo Balart via unanimous decision at ONE: DREAMS OF GOLD

“Sebelumnya, saya ingin bertemu dengan Ma Hao Bin, yang mengalahkan saya pada tahun 2016, tetapi saat ini saya tidak keberatan menghadapi siapapun dalam laga berikutnya. Segalanya tergantung ONE,” katanya.

“Baik menang atau kalah, saya senang dengan apa yang telah saya capai pada titik ini, tetapi saya bersemangat untuk menantang [pemegang] sabuk.”

Chan memang realistis, karena ia menyadari bahwa ia harus menajamkan kemampuannya dan mengalahkan beberapa nama besar sebelum ia dapat berada diantara para atlet elit dalam divisinya dan mencapai targetnya.

Ia juga menyadari bahwa ia adalah kuda hitam, tetapi dengan dorongan keyakinan dirinya, etika kerja yang tak kenal lelah dan kecintaannya pada negaranya, ia bersikeras akan melakukan semua yang ia dapat lakukan untuk meraih puncak.

Terlepas dari kemungkinan ia berhasil atau gagal, ia akan dapat menegakkan kepalanya selama ia memberikan yang terbaik.

“Yang terpenting adalah, pada tingkatan ini, bahwa saya harus bekerja dua kali lebih keras sebelum bertemu dengan lawan yang lebih berat lagi kedepannya. Saya yakin saya akan bertemu striker yang lebih kuat,” katanya.

“Saya telah meraih hasil yang baik sejaih ini karena kerja keras saya. Menang atau kalah dalam pertandingan berikutnya bukan menjadi masalah, tetapi saya harus melakukan yang terbaik bagi diri saya saat mewakili Kamboja.”