Berita

Petchdam Rebut Sabuk Emas Setelah Laga Keras Melawan Elias Mahmoudi

“The Baby Shark” Petchdam Petchyindee Academy meraih kemenangan terbesar dalam kariernya pada hari Jumat, 10 Mei, karena ia merebut gelar Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing.

Di hadapan para penonton di dalam Impact Arena di Bangkok, Thailand, atlet fenomenal berusia 20 tahun ini terlibat dalam sebuah laga keras melawan striker Perancis-Aljazair Elias “The Sniper” Mahmoudi di ajang ONE: WARRIORS OF LIGHT.

Walau laga pendukung utama ini berakhir mengejutkan pada ronde kelima, pahlawan Thailand ini mendapatkan sebuah kemenangan teknis, bersama dengan sabuk emasnya.

In a wild back-and-forth battle, Petchdam Petchyindee Academy defeats Elias Mahmoudi via technical decision to win the ONE Flyweight Kickboxing World Title!

In a wild back-and-forth battle, Petchdam Gaiyanghadao – เพชรดำ เพชรยินดีอคาเดมี่ defeats Elias Mahmoudi via technical decision to win the ONE Flyweight Kickboxing World Title!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, May 10, 2019

Salah satu laga terkeras dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini dimulai dengan cara yang tak biasa.

Hanya beberapa detik ke dalam laga, Mahmoudi melontarkan sebuah serangan siku dalam pertukaran awal, yang adalah sebuah serangan ilegal di bawah peraturan global kickboxing ONE. Hal itu menyebabkan aksi terhenti untuk memberi Petchdam waktu memulihkan diri. Sebagai tambahan, atlet Perancis-Aljazair yang nampak menyesal itu diberikan kartu kuning.

Saat laga berlanjut, “The Sniper” menyerang dengan rangkaian kombinasi yang termasuk sebuah pukulan overhand kanan yang mengenai lawannya dengan keras. Ia berlanjut menyerang ke arah “The Baby Shark,” yang mencoba mengukur jarak antara dirinya dan sang lawan yang lebih tinggi ini.

Ronde kedua itu melihat lebih banyak lagi pertukaran serangan. Petchdam akhirnya mulai masuk ke dalam ritme andalannya, sementara kompetitor berusia 21 tahun asal Perancis-Aljazair yang menjadi lawannya masih menggunakan jangkauannya demi menjaga “The Baby Shark” tetap dalam area pukulan dan tendangannya.

Mahmoudi menikmati momen-momen terbaiknya saat ia mampu menjebak pahlawan tuan rumah ini di dinding Circle dan melepaskan rangkaian pukulan keras lanjutan. Sayangnya, ia tidak mendaratkan banyak pukulan akurat dari jarak jauh, yang mengizinkan lawannya untuk meningkatkan tekanan dengan kombinasi kerasnya.

Aksi pertukaran keras ini berlanjut pada ronde ketiga. Petchdam — Juara Dunia WBC Muay Thai — mulai lebih sering mengenai targetnya, tetapi ia masih tetap berusaha keras menghentikan Mahmoudi kapanpun ia membalas serangan.

Dalam berbagai cara, kedua atlet flyweight ini masih mengejar satu sama lain dengan strategi yang mirip. Sebuah tendangan ke tubuh atau kepala biasanya diikuti dengan kombinasi rangkaian pukulan dimana “The Sniper” dan “The Baby Shark” saling menyarangkan serangan beberapa kali.

Petchdam lebih agresif menyerang rival keturunan Perancis-Aljazair itu pada ronde keempat, dimana ia jelas mengincar sebuah KO.

Dengan 48 KO dalam resumenya, atlet Thailand ini mengejar sebuah penyelesaian. Namun, tiap kali ia mulai mendapatkan momentum, “The Sniper” menyerang balik dengan kombinasi akurat untuk menghentikan alur serangannya itu.

Jangkauan Mahmoudi dapat dikatakan sebagai senjata terbaiknya malam itu, saat lengan dan kakinya yang panjang memberinya jarak yang dibutuhkan untuk mendorong mundur “The Baby Shark” dalam pertukaran terkeras di laga mereka.

Dengan tiga menit tersisa pada ronde terakhir, Petchdam dan Mahmoudi mengeluarkan seluruh kemampuan mereka di dalam Circle demi kesempatan merebut sabuk emas perdana itu.

Pukulan dan tendangan pun melayang pada pembukaan ronde terakhir ini, tetapi sebuah tendangan tak disengaja mengenai bagian bawah tubuh Mahmoudi, yang menjatuhkannya ke atas kanvas. Waktu kembali terhenti untuk memberi kesempatan “The Sniper” memulihkan diri, tetapi ia tidak dapat melanjutkan dan ini menjadi hasil yang sangat mengejutkan dalam laga keras ini.

Karena laga ini telah memasuki ronde kelima dan serangan ilegal itu dinilai sebagai hal yang tak disengaja, para juri pun harus memutuskan siapa yang memenangkan pertandingan akbar ini.

Akhirnya, Petchdam meraih kemenangan melalui keputusan teknis dan menjadi Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing.

Dengan kemenangan itu, Petchdam meraih kemenangan ke-94 dalam kariernya dan menjadikan dirinya penguasa divisi flyweight dalam ONE Super Series kickboxing.

Laga pendukung utama ini juga menjadi sebuah inspirasi tersendiri, dimana para penggemar dapat melihat kembali kedua atlet luar biasa ini bertemu kembali satu saat nanti.