‘Kita Telah Menulis Sejarah’ – Stella Hemetsberger Nikmati Kejayaan Dua Sabuk Di ONE Fight Night 40
Ketika kartu penilaian dibacakan, sabuk kedua segera dikencangkan di pinggangnya. Di dalam arena bersejarah Lumpinee Stadium, Stella “Always Hungry” Hemetsberger berdiri sebagai Juara Dunia ONE dua disiplin.
Pada Sabtu, 14 Februari, di ONE Fight Night 40: Buntan vs. Hemetsberger II, petarung Austria itu mengalahkan sang rival bebuyutan, Jackie Buntan, lewat keputusan terbelah dalam pertemuan ulang untuk merebut Gelar Dunia ONE Women’s Strawweight Kickboxing.
Setelah memegang sabuk Muay Thai di divisi yang sama, Hemetsberger resmi menjadi atlet wanita ketiga dalam sejarah ONE Championship yang merebut Gelar Dunia di dua disiplin striking berbeda, mengikuti jejak Stamp Fairtex dan Janet “JT” Todd.
Pencapaian itu membawa makna personal sekaligus kebanggaan nasional, dan emosi langsung terlihat jelas setelah laga usai.
Sang ratu dua olahraga berkata:
“Saya merasa luar biasa. Saya merasa sangat hebat. Intinya, rasanya luar biasa, hebat. Sangat bahagia, sangat bahagia.”
Laga kedua kontra Buntan terjadi lima bulan setelah pertemuan pertama di bawah aturan Muay Thai, di mana Hemetsberger unggul tipis dalam duel ketat yang diwarnai dua knockdown di ronde pertama.
Kali ini, aturan berubah ke kickboxing. Clinch dilarang, siku tak diperbolehkan, dan konsistensi serangan selama lima ronde menjadi faktor penentu.
Sepanjang 15 menit pertarungan, duel berlangsung tajam dan berlapis. Kecepatan tangan dan kombinasi Buntan beberapa kali memberi tekanan, namun Hemetsberger membalas dengan counter terukur, tendangan ke tubuh, serta kombinasi stabil miliknya. Bahkan di dua ronde terakhir, ritme petarung Austria itu tak goyah.
Merefleksikan perbedaan dua pertemuan mereka, Hemetsberger menyoroti struktur laga kali ini dan konsistensi yang ia jaga hingga akhir:
“Itu berbeda. Di pertarungan pertama, saya mendapatkan dua knockdown di ronde pertama yang sangat menentukan. Di pertarungan ini, saya rasa saya mampu menampilkan pertarungan lima ronde yang bagus dan tetap solid sampai akhir, menunjukkan kemampuan saya lagi.
“Pertarungan ini berbeda karena di laga pertama knockdown sangat berpengaruh. Tapi kali ini saya bisa menunjukkan bahwa dalam lima ronde, saya adalah petarung yang lebih baik.”
Hemetsberger Tatap Masa Depan Usai Malam Bersejarah Di Bangkok
Di ONE Fight Night 40, Stella Hemetsberger tak sekadar mengalahkan Jackie Buntan – ia kembali mencetak sejarah di organisasi seni bela diri terbesar di dunia.
Kini ia memegang sabuk Juara Dunia ONE Women’s Strawweight Muay Thai dan Kickboxing. Dengan dua gelar di pundaknya, fokusnya beralih dari rivalitas menuju tanggung jawab sebagai juara dua divisi.
Hemetsberger selalu menyampaikan rasa hormatnya kepada Buntan, dan nada itu tak berubah usai laga ulang. Entah trilogi terjadi atau penantang baru muncul, ia tidak ingin memaksakan narasi.
Untuk saat ini, ia siap memikul beban dua divisi.
Ia mengatakan:
“Saya akan mempertahankan sabuk mana pun. Tapi hari ini saya merasa sangat bagus di kickboxing. Saya sangat menyukai aturan kickboxing. Saya juga suka Muay Thai. Kita lihat saja ke depan, tapi saya merasa nyaman di kickboxing. Menjadi juara dua disiplin, kita lihat apa yang akan terjadi.
“Saya tidak suka menantang nama tertentu. Siapa pun yang datang menantang sabuk saya pasti akan menjadi tantangan berat. Tidak ada pertarungan mudah bagi seorang juara. Apa pun yang datang, saya akan bekerja keras dan kembali menampilkan pertarungan hebat.”
Ketangguhan Hemetsberger sedikit kontras dengan awal perjalanannya, saat ia masih jauh dari sorotan global.
Setelah membangun namanya di sirkuit Eropa, “Always Hungry” tampil di ajang mingguan ONE Friday Fights pada akhir 2024 di Lumpinee Stadium yang sama, meraih tiga kemenangan beruntun untuk mengamankan kontrak senilai US$100.000 dan tempat di roster global.
Sejak itu, pendakiannya melesat. Ia menjadi Juara Dunia ONE pertama asal Austria – dan kini juara dua disiplin pertama dari negaranya.
Dalam penutupnya, ia kembali menyampaikan seberapa besar maknanya menjadi penguasa takhta:
“Terima kasih banyak untuk semua orang di rumah – tim saya, teman-teman saya, kepolisian yang mendukung karier saya, dan setiap orang di Austria. Kami telah menulis sejarah. Menjadi petarung Austria pertama di ONE Championship, menjadi juara Austria pertama, dan kini juara dua disiplin pertama, kami telah mencetak sejarah.
“Saya sangat bahagia bisa mewakili negara kecil yang tidak terlalu besar di dunia tarung di panggung global dan membuat orang-orang lebih mengenal Austria.”