Berita

‘Ia Mungkin Yang Terburuk’ – Jihin Radzuan Lihat Lawan Lainnya Lebih Baik Dari Stamp Fairtex

23 Sep 2022
Itsuki Hirata Jihin Radzuan ONE X 1920X1280 42 1200x800

Jihin Radzuan sedang bersiap menjalani laga terbesar dalam karier MMA-nya, dan ia berencana memanfaatkan momen tersebut dengan sangat baik.

Pada 1 Oktober ini, petarung Malaysia yang sedang naik daun itu akan menghadapi megabintang Thailand Stamp Fairtex dalam sebuah laga atomweight di ONE Fight Night II: Xiong vs. Lee III, mengetahui bahwa para penggemar berat rivalnya itu akan memperhatikan aksi mereka.

Terlebih lagi, laga mereka akan mengambil tempat di jam tayang utama A.S., namun Jihin tak merasakan tekanan atau stres tambahan apa pun.

Sebaliknya, ia hanya terfokus pada segala sesuatu hal yang berada dalam kendalinya, dimana ia pun tak sabar memasuki Circle di Singapore Indoor Stadium.

Wanita berusia 24 tahun itu berkata:

“Saya takkan secara eksklusif berkata bahwa Stamp akan menjadi pertarungan yang terpenting – saya kira setiap laga itu penting – tetapi terkait hal untuk membangun gambaran diri saya, saya kira inilah laga yang terbaik.”

“Lawan saya memiliki nama besar, dan saya suka bertarung melawan nama-nama besar. Tetapi pada akhirnya, saya harus percaya diri, percaya pada rekan satu tim dan pelatih saya, dan tidak terlalu mengkhawatirkan tentang siapa atau seberapa besar lawan saya itu.”

Jihin membawa tiga kemenangan beruntun yang memberinya posisi #5 dalam peringkat atomweight, dimana ia mengalahkan beberapa penantang dalam jajaran teratas dalam prosesnya.

Kini, ia akan berlaga melawan Stamp, penantang peringkat #1, yang sebelumnya memegang sepasang gelar Juara Dunia dalam disiplin kickboxing dan Muay Thai, serta baru-baru ini memenangkan Kejuaraan ONE Women’s Atomweight World Grand Prix dalam MMA.

Walau terlihat sebagai tugas yang sangat berat, “Shadow Cat” merasa yakin dapat unggul. Faktanya, ia tak berpikir bahwa superstar Fairtex ini akan memberi permasalahan yang jauh lebih sulit dari lawan-lawan sebelumnya.

Wanita asal Malaysia itu menegaskan:

“Saya benar-benar merasa positif tentang ini. Saya merasa Stamp adalah lawan yang bagus, petarung yang solid, namun ia mungkin yang terburuk dari para petarung yang sudah [saya hadapi baru-baru ini] setelah bertarung melawan sepasang atlet kuat [yaitu Mei Yamaguchi dan Itsuki Hirata].”

“Terkait dirinya, ia adalah Juara Dunia dua-disiplin, ia penantang teratas, maka saya akan memastikan saya sangat tajam dalam apa yang saya lakukan saat kita bertarung.”

Jihin Radzuan Tak Gentar Lihat Teknik Striking Stamp Fairtex

Stamp Fairtex memulai kariernya di atas panggung dunia dengan memenangkan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight Kickboxing dan Muay Thai, namun Jihin Radzuan tidak terkesan dengan seluruh pencapaian rivalnya itu.

Setelah mempelajari lawannya dengan baik, wanita Malaysia ini meyakini bahwa permainan stand-up Stamp itu dinilai terlalu tinggi, dimana ia pun merasa memiliki kemampuan untuk mengatasinya.

Ia berkata pada ONEFC.com/id:

“Saya kira caranya ‘menjual’ dirinya sebagai Juara Dunia Muay Thai dan Kickboxing yang ditakuti membuat semua orang berpikir bahwa teknik striking miliknya itu sangat bagus. Itu tidak berada di atas sana, tetapi itu bagus.”

“Satu hal yang dapat saya katakan tentang striking-nya, itu cepat. Tangan, tendangan dan serangan sikunya dapat masuk ke arah anda dengan sangat cepat. Itu akan berhasil melawan mereka yang tak yakin bagaimana cara menyerang. Bagi saya, saya tahu cara mengatasi itu.”

“Tetapi, saya takkan ingin meremehkan teknik striking-nya. Jika saya tak dapat mengatasinya dengan baik saat kami bertarung, itu akan sangat sulit dan penuh stres untuk diatasi.”

Di atas segalanya, Jihin membanggakan dirinya sebagai salah satu kompetitor MMA terbaik dengan kemampuan menyeluruh, serta sangat nyaman untuk bertarung dalam tiap jarak serang.

Ia juga akan membawa berbagai momentum positif ke dalam laga ini, serta berharap dapat meninggalkan Singapura dengan empat kemenangan beruntun – mungkin bahkan sebuah kemenangan dominan.

“Shadow Cat” menambahkan:

“Jika itu berakhir dalam adu striking, laga ini akan dimenangkan oleh siapa yang dapat tetap sabar dan mendaratkan serangan yang lebih besar dan yang paling kuat. Di ground, jika saya kekurangan insting ‘pembunuh’ itu, saya kira ia dapat [berkompetisi] dengan saya di sana.”

“Tetapi, jika saya melakukan segalanya sesuai rencana, ia takkan memiliki kesempatan sama sekali.”

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.