Davit Kiria: ‘Cara Berpikir’ Jadi Aset Utama Kontra Enriko Kehl

Giorgio Petrosyan Davit Kiria FISTS OF FURY 1920X1280 2

Davit Kiria memang tak mendapatkan awalan yang ia inginkan bersama ONE Championship. Namun, jika ia meraih kemenangan di laga perempat final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix ini, ia akan berada dalam jalur untuk mendapatkan hasil yang ia impikan.

Warga Georgia ini akan menghadapi Enriko “The Hurricane” Kehl dalam babak perempat final dari turnamen kickboxing terhebat di muka bumi ini, dalam ajang ONE: FIRST STRIKE pada hari Jumat, 15 Oktober.

“Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat besar,” tegas Kiria. “Saya harus jujur, bahwa saya senang menjadi salah satu dari delapan orang yang ada di dalam Grand Prix. Ini adalah hal yang sangat besar dalam hidup saya, dalam karier bertarung saya.”

“Seluruh persiapan berjalan dengan sangat baik. Saya sangat terfokus, dan saya akan menempatkan seluruh energi saya ke dalam turnamen ini.”

Menghadapi Kehl, ia akan melawan Juara Dunia Kickboxing berkali-kali yang baru-baru ini mengalahkan sesama peserta Grand Prix Chingiz “Chinga” Allazov dalam kandidat “Laga Terbaik Tahun Ini.”

Striker Jerman itu mencetak kemenangannya di belakang kekuatan pukulan yang sangat luar biasa, yang juga menjadikannya kompetitor berbahaya dalam turnamen yang akan datang ini.



Namun, Kiria tak ingin memikirkan apa yang menjadikan Kehl seorang lawan kuat. Sebaliknya, ia terfokus pada area yang dapat ia eksploitasi saat mereka memasuki Circle bersama.

“Saya tak memikirkan tentang keunggulannya. Saya memikirkan kelemahannya, karena inilah hal terutama yang akan membawa kesuksesan bagi saya. Namun saya tahu ia bekerja keras. Ia bermimpi besar,” kata pria Georgia ini.

“Ia ingin menang, seperti saya, dan itulah yang menjadikan laga ini sangat hebat. Namun tentunya, saya harus mempertahankan diri dari Kehl. Ia adalah pemukul yang bagus. Ia penendang yang bagus.”

Davit Kiria punches Giorgio Petrosyan

Dengan itu, Kiria megira bahwa keyakinan diri akan menjadi aset terbesarnya melawan “The Hurricane,” dan ia berharap bahwa pemikiran itu akan membawanya menuju kemenangan.

“Saya selalu merasa yakin pada diri saya sendiri,” lanjutnya. “Dan saya akan selalu berpikir bahwa saya lebih baik dari semua orang. Tanpa cara berpikir seperti ini, anda tak dapat berhasil, anda tak dapat berada di tingkatan teratas – dimana saya berada sekarang.”

“Saya yakin pada diri saya, dan keunggulan saya adalah pengalaman. Keunggulan saya adalah kerja keras saya. Saya berusaha lebih dari 100 persen, dan saya menginvestasikan jiwa saya dalam laga ini. Saya akan menggunakan seluruh keunggulan dan pengalaman saya untuk memenangkan laga ini.”

https://www.instagram.com/p/CTOwisjK5NQ/

Pada akhirnya, Kiria memiliki ambisi yang jauh melampaui laga perempat final ini. Di malam yang sama saat ia menghadapi Kehl di ONE: FIRST STRIKE, dua rival lamanya akan berlaga demi gelar Juara Dunia ONE Featherweight Kickboxing perdana di laga utama.

Kedua sosok itu adalah penantang teratas Giorgio “The Doctor” Petrosyan – yang memenangkan ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix 2019 – dan penantang peringkat kedua Superbon. Jika Kiria memenangkan turnamen pada tahun 2021 ini, ia akan mendapatkan kesempatan melawan pemenang laga itu.

Kemungkinan tersebut tetap dipegangnya, namun ia kini tetap terfokus pada Kehl.

“Strategi saya adalah untuk menangkapnya, dan jika strategi itu berjalan, maka saya akan menangkapnya. Namun karena laga ini adalah bagian dari masa depan, saya tak dapat mengatakan bagaimana saya akan menang. Tetapi, tujuan saya adalah untuk menang, dan itu pasti akan terjadi,” tegas Kiria.

“Kami akan bertemu di dalam arena. Namun saya akan melakukan apa yang selalu saya lakukan. Saya akan menggunakan pikiran saya, dan seperti yang saya katakan, pengalaman saya. Semua orang memiliki kelemahan, dan itulah poinnya – bahwa saya harus menggunakan kelemahannya untuk memenangkan laga ini.”

Giorgio Petrosyan Davit Kiria FISTS OF FURY 1920X1278 1

Kekuatan dan kelemahan adalah faktor yang melejitkan seorang atlet ke atas atau bahkan menjatuhkan seseorang, dan Kiria telah mengalami keduanya dalam perjalanan kariernya sampai saat ini.

Kini, ia ingin terus menaiki tangga peringkat untuk membuktikan pada dirinya, keluarganya dan negaranya bahwa seluruh pengorbanan itu memang sepadan.

“Saya memilih olahraga ini. Saya memilih seni bela diri – kickboxing. Dan jika saya ada dalam bisnis ini, jika saya ada dalam kehidupan ini, saya ingin menjadi yang terbaik. Dan jika saya ingin menjadi yang terbaik, maka saya harus memenangkan turnamen ini, karena turnamen ini adalah turnamen terbesar di muka bumi saat ini,” kata Kiria.

“Semua orang di dalamnya adalah yang terbaik. Mereka adalah delapan petarung terbaik di muka bumi, maka memenangkan turnamen ini adalah segalanya bagi saya, karena saya mendedikasikan hidup saya bagi olahraga ini.”

Baca juga: Keyakinan Besar Enriko Kehl Jelang Kickboxing GP

Selengkapnya di Berita

Smilla Sundell Allycia Hellen Rodrigues ONE Fight Night 14 25 scaled
Yamin PK Saenchai Zhang Jinhu ONE Friday Fights 33 29
Hiroki Akimoto Petchtanong Petchfergus ONE163 1920X1280 4
Nong O Hama Kulabdam Sor Jor Piek Uthai ONE Friday Fights 58
NL 2539
Regian Eersel Alexis Nicolas ONE Fight Night 21 12
Jake Peacock Kohei Shinjo ONE Friday Fights 58 65
Ben Tynan Duke Didier ONE Fight Night 21 7
Superbon Marat Grigorian ONE Friday Fights 95
Kade Ruotolo Francisco Lo ONE Fight Night 21 57
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 9 scaled
Liam Harrison Muangthai ONE156 1920X1280 31