Shadow Vs. Nico Carrillo: 4 Kunci Kemenangan Perebutan Gelar Juara Dunia ONE Interim Featherweight Muay Thai Di ONE Fight Night 40
Partai pendamping utama ONE Fight Night 40: Buntan vs. Hemetsberger II akan menentukan siapa yang berhak menyandang gelar Juara Dunia ONE Interim Featherweight Muay Thai.
Petarung teknikal asal Thailand, Shadow, akan berhadapan dengan mesin knockout asal Skotlandia, Nico “King of the North” Carrillo, demi sabuk interim yang prestisius.
Ajang ini berlangsung dalam jam tayang utama Amerika Serikat dari Lumpinee Stadium, Bangkok. Bagi penggemar di Indonesia, laga ini bisa disaksikan pada Sabtu, 14 Februari. Pemenang duel ini juga akan menjadi penantang berikutnya bagi juara bertahan Tawanchai PK Saenchai dalam laga unifikasi setelah sang raja divisi pulih dari cedera patah kaki.
Berikut empat kunci kemenangan dari masing-masing petarung jelang laga akbar pada akhir pekan ini.
#1 Tendangan Tajam Milik Shadow
Shadow harus segera mengaktifkan senjata andalannya: tendangan kanan ke badan. Inilah pukulan paling konsisten yang bisa mengontrol jarak sekaligus mengikis stamina lawan sepanjang lima ronde.
Teknik dan timing yang dimiliki Shadow membuat tendangan ini bisa dilepaskan hampir sesuka hati. Bahkan saat sebagiannya tertangkis, tetap saja bisa mendulang poin dan menimbulkan kerusakan bertahap. Melawan petarung agresif seperti Carrillo, senjata ini sangat penting untuk menjaga jarak aman dari pukulan keras dan siku mematikan milik sang jagoan dari Skotlandia.
Saat menghadapi Hassan Vahdanirad di ONE Friday Fights 100, tekanan tendangan badan Shadow memaksa lawannya mengganti kuda-kuda dan membuka celah untuk penyelesaian. Begitu lawan mulai fokus menutup badan atau mundur untuk menghindar, Shadow bisa mengalihkan serangan ke tendangan rendah atau meluncurkan pukulan dengan tangan kanannya.
Knockout tendangan kepala atas Erik Hehir di ONE Friday Fights 58 menjadi bukti bagaimana lawan yang terlalu fokus melindungi badan akan membuka ruang di atas. Kuncinya, Shadow harus mengeksekusi tendangan dengan bersih lalu segera bergerak keluar dari garis serangan agar Carrillo tak sempat membalas.
#2 Kemampuan Mengontrol Ring Dari Carrillo
Sebaliknya, Carrillo harus menguasai bagian tengah ring dan memaksa Shadow terdesak ke tali. Di situlah kekuatan finishing miliknya menjadi senjata pamungkas berbahaya.
Carrillo dikenal bukan tipe petarung yang asal maju. Ia sabar, memotong sudut dengan kelincahan kaki yang rapi, dan secara sistematis mendorong lawan ke posisi tak menguntungkan. Melawan Luke “The Chef” Lessei di ONE Fight Night 37, tekanan konstan Carrillo membuat lawannya tak punya ruang lagi untuk kabur sebelum akhirnya dihentikan.
Begitu lawan terjebak, pukulan kanan keras dan hook kiri ke badan miliknya bisa dilepaskan dengan tenaga penuh. Ruang gerak yang terbatas membuat lawan sulit menghindar. Carrillo juga piawai menangkap tendangan dan memutar posisi lawan ke sudut, sehingga menambah dimensi kontrolnya.
Saat mengalahkan Sitthichai Sitsongpeenong di ONE Fight Night 30, tekanannya membuka sudut untuk serangan badan yang berujung knockout. Jika pendekatan ini berhasil diterapkan pada Shadow, mobilitas sang petarung Thailand bisa saja dipatahkan.
#3 Tendangan Rendah Milik Shadow
Shadow juga wajib memanfaatkan low kick kerasnya untuk mengganggu fondasi Carrillo. Tendangan rendah ke arah kaki ini bisa memperlambat tekanan dan mengurangi daya ledak lawan.
Dalam setiap sesi latihan, Shadow bahkan mendedikasikan satu ronde penuh hanya untuk melatih low kick. Teknik ini menjadi salah satu senjata paling konsisten dalam arsenalnya. Mengingat Carrillo beberapa kali terlihat rentan terhadap serangan kaki di laga-laga sebelumnya, peluang ini harus dimaksimalkan.
Nong-O hampir menyulitkannya dengan low kick di ONE Friday Fights 46, sementara Lessei memaksanya mengganti kuda-kuda lewat calf kick di ONE Fight Night 37. Meski Carrillo mampu bertahan dan bangkit, kerusakan di kaki tetap membatasi pergerakannya.
Timing menjadi krusial. Saat Carrillo melangkah maju mencari jarak untuk melancarkan pukulan, beban tubuhnya menciptakan momen ideal bagi Shadow untuk menghantam kaki depan. Jika low kick berhasil mematahkan ritme, Carrillo akan lebih ragu menekan, memberi Shadow ruang untuk kembali memainkan jarak dengan tendangan badan.
#4 Daya Ledak Dari Pukulan Carrillo
Di sisi lain, Carrillo harus memastikan Shadow benar-benar menghormati kekuatan tangannya. Daya ledaknya tetap mematikan di kelas featherweight – bahkan mungkin lebih berbahaya kini karena ia tak lagi menguras diri saat menurunkan berat badan.
Pukulan kanan kerasnya menjadi senjata utama, biasanya didahului kombinasi untuk membuka celah sebelum mendarat dengan akurasi menakutkan. Satu pukulan bersih saja bisa mengubah arah laga.
Hook kiri ke badan juga terbukti mematikan, seperti yang dialami Sitthichai di ONE Fight Night 30. Tekanan ke badan tersebut meruntuhkan pertahanan sebelum pukulan penutup dilepaskan.
Kekuatan ini memaksa lawan berpikir defensif. Saat lawan menutup rapat untuk mengantisipasi tinju, Carrillo bisa masuk ke clinch dan melepaskan lutut serta siku. Jika lawan mencoba menjaga jarak, ia mampu menangkap tendangan dan memanfaatkannya untuk mendekat atau menjatuhkan keseimbangan.
Melawan Shadow – yang sempat terlibat pertarungan keras saat bertanding di ONE Friday Fights 126 –pukulan bersih Carrillo bisa menjadi penentu. Naluri finishing miliknya tak kenal kompromi: satu pukulan mematikan atau rangkaian kombinasi cepat hingga wasit turun tangan.
Sabtu, 14 Februari, Lumpinee Stadium akan menjadi saksi siapa yang mampu menerapkan kunci kemenangan ini dengan lebih efektif – dan siapa yang berhak menyandang gelar Juara Dunia ONE Interim Featherweight Muay Thai.