Bela Diri Campuran

3 Pelajaran Penting Dari ONE: BATTLEGROUND II

Dengan lima laga bela diri campuran yang sensasional, ONE: BATTLEGROUND II memberi sajian yang menarik pada Jumat, 13 Agustus lalu.

Para penantang baru membuat kehadiran mereka diketahui, para veteran lihai menggunakan kemampuan mereka untuk menyingkirkan para penantang baru, dan bahkan terdapat sebuah rekor baru dalam divisi flyweight ONE.

Setelah melihat seluruh penampilan para superstar luar biasa ini, mari kita kembali dan menarik pelajaran terbaik dari para atlet dalam divisi mereka masing-masing ini.

Berikut adalah tiga hal terbesar dari malam penuh aksi spektakuler dari Singapore Indoor Stadium.

#1 Zhang Lipeng Siap Taklukkan Dunia

Perjalanan panjang “The Warrior” Zhang Lipeng menuju panggung dunia sampai saat ini dipuncaki oleh kemenangan mutlak atas mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “Landslide” Folayang.

Setelah memenangkan 21 dari 24 laga terakhirnya di Tiongkok, Zhang berhasil menembus jajaran atlet utama ONE, disambut dengan kesempatan besar yang tak ingin dilewatkannya. Kemenangan itu memberi peringatan tersendiri pada divisi lightweight bela diri campuran – termasuk bagi sang penguasa Christian “The Warrior” Lee – bahwa ada penantang baru yang telah hadir.

Bagi perwakilan GP Mixed Martial Arts itu, kunci kesuksesan ini adalah tekanan besar.

Zhang harus mengatasi kekuatan “Landslide” dari jarak jauh, tetapi saat ia memaksa atlet Filipina itu bertahan, dirinya mampu menerapkan game plan-nya. Di tiap ronde, “The Warrior” mendesak maju dan memaksa Folayang mundur sampai dinding Circle, dimana ia dapat menyarangkan takedown miliknya.

Apakah cara terbaik untuk mengumumkan kehadiran anda daripada menjatuhkan seorang mantan Juara Dunia ONE? Zhang tak hanya menunaikan tugasnya, tetapi ia segera menempatkan dirinya di antara para atlet lightweight terbaik dunia.



#2 ‘Little Rock’ Tetap Tak Bergeming

Mantan Juara Dunia ONE Strawweight Alex “Little Rock” Silva tetap membuktikan bahwa usia hanyalah sebuah angka dengan penampilan luar biasa selama tiga ronde melawan Miao Li Tao.

Sebelumnya, Miao telah mengalahkan dua rekan satu tim Silva di Evolve MMA, yaitu Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke dan Ryuto “Dragon Boy” Sawada, sementara “Little Rock” memulai dari dua kekalahan tipis yang dialaminya melalui keputusan terbelah. Namun, seluruh elemen itu hanya menjadi motivasi tambahan bagi mantan pemegang gelar itu, yang segera menyerang dari awal laga.

Praktisi Brazilian Jiu-Jitsu ini masuk ke posisi guard dan segera beraksi di ground pada awal stanza pembuka. Ia mengancam dengan beberapa submission dan hampir saja mengakhiri laga dengan armbar, yang menunjukkan seberapa berbahaya permainan ground-nya di atas panggung dunia.

Walau pertahanan Miao mampu mencegah Silva untuk menemukan penyelesaian, tekanan tanpa henti dan permainan grappling aktif dari “Little Rock” mencegah atlet Tiongkok ini untuk melontarkan serangan berarti. Kemampuan taktis yang brilian dari penantang peringkat kelima divisi strawweight ini jelas menjadi pembeda dalam laga ini.

Pria Brasil itu mempertahankan kebanggaan Evolve MMA dan menunjukkan pada dunia bahwa ia tak akan berhenti berjuang saat ia kembali berusaha melaju menuju puncak divisi strawweight.

#3 Eko Roni Saputra Cetak KO Luar Biasa

Para lawan yang menghadapi “Dynamite” Eko Roni Saputra selalu mewaspadai kemampuan gulatnya, namun kini, mereka juga harus berhati-hati dengan kemampuan striking kuat miliknya. Di ajang ONE: BATTLEGROUND II, superstar Indonesia ini mencetak penyelesaian tercepat dalam sejarah divisi flyweight dengan KO 10 detik yang mengejutkan atas Liu Peng Shuai.

Eko Roni mendesak Liu dengan pukulan kanan kuat pada detik-detik pembuka. Saat atlet Tiongkok itu melontarkan sebuah tendangan rendah dari kiri, atlet flyweight fenomenal ini membalas dengan sebuah pukulan overhand kanan keras yang seketika mengakhiri laga.

KO pemecah rekor ini memperpanjang rangkaian penyelesaian ronde pertama milik “Dynamite” ke angka lima, yang dapat melejitkannya ke tingkatan yang baru dalam divisi flyweight yang sarat dengan atlet berbakat. Tetapi, ia pun menyambut tugas berat untuk menapaki jajaran teratas divisinya ini.

“Dynamite” mengetahui bahwa ia masih harus membuktikan diri sebelum mendobrak jajaran lima besar divisinya. Saat ini, ia pun sudah mengincar potensi laga menarik melawan Gurdarshan “Saint Lion” Mangat dan Chan Rothana, dimana sebuah kemenangan besar lainnya dapat membawanya lebih jauh lagi.

Baca juga: ONE: BATTLEGROUND II – Hasil Langsung Laga Folayang Vs. Zhang

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.