Kepemimpinan Senior

"Properti media olahraga terbesar dalam sejarah Asia."
"Perusahaan media olahraga global terbesar di Asia."
"Organisasi bela diri terbesar di Asia."
"Perusahaan media olahraga terbesar di Asia."
"Organisasi bela diri teratas di Asia."
Chatri Sityodtong, CEO dan Chairman ONE Championship
Chatri Sityodtong
Chairman dan CEO

Chatri Sityodtong adalah Founder, Chairman dan Chief Executive Officer (CEO) dari ONE Championship, properti media olahraga global terbesar sepanjang sejarah Asia dengan siaran global ke lebih dari 150 negara di seluruh dunia. ONE Championship adalah perayaan dari warisan kekayaan budaya terbesar di Asia dan nilai-nilai Asia yang telah berakar, seperti integritas, kerendahan hati, kehormatan, respek, keberanian, disiplin dan kepedulian. Sebagai organisasi bela diri terbesar di dunia, ONE Championship membawa misi untuk menciptakan para pahlawan super dalam dunia nyata, mengisahkan kisah-kisah luar biasa, merayakan nilai-nilai, membangkitkan mimpi-mimpi, menginspirasi bangsa-bangsa dan mengubah dunia.

Sityodtong adalah seorang entrepreneur dan praktisi bela diri seumur hidup yang berasal dari Thailand. Kisah hidupnya, tentang bagaimana ia keluar dari kemiskinan hingga meraih kesuksesan, telah menginspirasi jutaan orang melalui BBC, CNN, Bloomberg, CNBC dan media arus utama lainnya. Ia juga menjadi bintang dari edisi terbaru The Apprentice, sebuah serial realitas televisi global yang meraih penghargaan.  Yang terbaru, Forbes memilih Sityodtong sebagai salah satu pebisnis tersukses di generasi baru. Sityodtong juga dijuluki “Asia’s King of Martial Arts” oleh Financial Times, dan menjadi “2nd Most Powerful Person In Sports In Asia” menurut FOX Sports. Ia juga menjadi pembicara utama dalam berbagai konferensi bisnis tingkat dunia, seperti Forbes Global CEO Conference, Milken Institute, CNBC Asia Business Leaders Awards, YPO Edge, Global Entrepreneurship Summit (GES), Cannes Lions, Asian Leadership Conference, serta berbagai konferensi besar lainnya. Sityodtong juga ditampilkan dalam sampul majalah terkenal seperti Inc, Esquire, Playboy, CEO, Wealth, Tatler, The Peak, Millionaire Asia, Black Belt dan lainnya. Ia adalah ‘Entrepreneur-in-Residence’ di INSEAD, salah satu sekolah bisnis terbaik di dunia

Dianugerahi posisi di dalam Black Belt Hall of Fame pada tahun 2019, Sityodtong memiliki pengalaman 35 tahun dalam seni bela diri sebagai seorang murid, petarung, instruktur dan pelatih. Sityodtong adalah instruktur Muay Thai senior tersertifikasi di bawah sang legenda Kru Yodtong Senanan, dari sasana kelas dunia Sityodtong Gym di Thailand. Ia juga memegang sabuk ungu dalam Brazilian Jiu-Jitsu di bawah Master Renzo Gracie.

Chatri Sityodtong menyandang gelar MBA dari Harvard Business School dan gelar sarjana, atau BA, dari Tufts University.


Saurabh Mittal, Vice Chairman ONE Championship
Saurabh Mittal
Vice Chairman

Saurabh Mittal adalah entrepreneur miliuner yang beranjak dari nol, serta investor dengan pendekatan ‘hands-on strategic value-add’. Mittal bertanggung jawab atas berbagai inisiatif strategis terpenting di ONE Championship. Sebagai tambahan, ia juga menjadi pendorong bagi strategi perusahaan dan rencana eksekusi secara keseluruhan di Perusahaan ini, serta memimpin beberapa kerjasama terbesar di ONE Championship.

Ia merupakan Founder dan Chairman dari Mission Holdings, sebuah perusahaan investasi global yang dimilikinya. Mittal menjalin rekanan dengan berbagai entrepreneur kelas dunia yang ingin meraih kesempatan senilai miliaran dolar dan membantu mereka berkembang dengan tambahan nilai-nilai strategis dan kapital. Mission Holdings menjadi pemegang saham terbesar dari tiap portofolio intinya, serta berperan sebagai mitra sejati dalam segala isu yang terkait dengan perkembangan dan pengoperasian bisnis. Beberapa portofolio grup yang dimilikinya termasuk ONE Championship (properti media olahraga global terbesar di Asia dengan siaran global ke lebih dari 150 negara), Incedo (sebuah perusahaan data dan analitik bernilai 100 juta dolar US dengan 2.000 karyawan), BSI Financial (pemain fintech penting dalam industri pinjaman senilai triliunan dolar), SelfScore (perusahaan fintech berbasis di Silicon Valley yang didukung oleh Accel dan lainnya), serta berbagai perusahaan lain dalam spektrum industri dan geografi yang luas.

Sebelum membangun Mission Holdings, ia adalah mitra senior di Noonday, afiliasi dari Farallon Capital Management yang menjadi salah satu perusahaan pengelola dana investasi terbesar di dunia, dimana ia bertanggung jawab menangani investasi publik dan perseorangan dalam jumlah yang besar di area yang mencakup Layanan Keuangan dan Teknologi, serta Media dan Telekomunikasi (TMT). Mittal juga menjadi salah satu co-founder Indiabulls, penyedia layanan keuangan dan konglomerat perumahan terbesar di India. Melalui sebuah kemitraan dengan Farallon, ia membantu bisnis ini bertumbuh dengan pesat dan meraih kesuksesan.

Mr. Mittal menyandang gelar MBA dari Harvard Business School, dimana ia lulus sebagai ‘Baker Scholar’. Ia juga menyandang gelar sarjana, atau BS, Teknik Elektro dari Indian Institute of Technology di Delhi, dimana ia adalah lulusan terbaiknya. Ia juga menjadi anggota dari berbagai dewan, termasuk Harvard Business School Alumni Board dan Paarivar, organisasi amal terkemuka yang mengelola sekolah asrama terbesar di India bagi anak-anak tidak mampu.


Hua Fung Teh, Group President ONE Championship
Hua Fung Teh
Group President

Hua Fung Teh adalah Group President dari ONE Championship. Bersama dengan Chairman dan CEO Chatri Sityodtong, Teh memimpin tim manajemen perusahaan ini dalam strategi grup, ekspansi internasional, kerjasama strategis dalam skala global dan pasar modal. Ia juga sempat menjadi Chief Financial Officer (CFO) untuk perusahaan ini selama satu tahun.

Sebelum bergabung dengan ONE, Teh adalah seorang tokoh utama, atau Principal, di sebuah firma ekuitas swasta global bernama TPG Capital (TPG). Sebagai anggota senior dari tim investasi untuk Asia Tenggara, ia bertanggung jawab untuk perumusan, eksekusi dan manajemen portofolio pertumbuhan dan kerjasama investasi untuk tahapan-tahapan akhir di kawasan tersebut. Ia juga sempat terlibat dalam tim TPG untuk Tiongkok dan Amerika Serikat. Sebelum TPG, Teh adalah penerbang di Angkatan Udara Singapura (RSAF) dan menjabat sebagai salah satu pemimpin dalam RSAF dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, dimana ia juga menjadi Pemimpin Tim Proyek Formula One (F1) di kementerian itu. Dalam peranan ini, ia membantu mengamankan hak penyelenggaraan untuk F1 Grand Prix Singapura dan mengkoordinasikan kerjasama antara agensi pemerintah dan sektor privat untuk menjalankan balap malam hari pertama dalam sejarah F1 pada tahun 2008.

Teh menyandang gelar MBA dari Sekolah Bisnis Harvard dan gelar ‘Master of Engineering’ serta ‘Bachelor of Science’ dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), dimana ia pernah menjadi anggota tim bola basket senior pria. Pemegang sabuk hitam Taekwondo ini juga duduk sebagai anggota komite penyelenggara global di Milken Institute Young Leaders Circle dan anggota The Forum of Young Global Leaders di World Economic Forum.