Lee
Jina

Tinggi
163 CM
Dari
Korea Selatan

Tentang

Berasal dari Andong, Korea Selatan, Lee Jina adalah seorang model yang populer di Seoul. Ia memulai karir modelnya dengan cara spektakuler, yaitu dengan memenangkan sebuah lomba bikini yang diselenggarakan oleh majalah Maxim, serta mendapatkan sorotan dari majalah pria yang terkenal di seluruh dunia itu. Setelah ia menjadi populer, ia kemudian tampil dalam beberapa majalah pria dan berbagai pameran mobil di Asia.

Beranjak dewasa seperti cerita-cerita di film, Jina bukanlah seperti yang kita lihat sekarang. Ia tumbuh di pedesaan bersama dua kakak laki-lakinya, dimana ia banyak menghabiskan waktu di luar rumah dengan ayahnya, yang membuat dirinya memiliki perawakan tomboi. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Nasional Andong, dimana ia mengaku bahwa ia menjadi seorang kutu buku yang mempelajari Akuntansi, Hukum dan Ekonomi.

Setelah lulus dan bekerja di Bank Shinhan, salah satu perusahaan finansial terbesar di Korea Selatan, sebuah agensi model Korea yang terkenal menemukan dirinya. Ia pun mulai menerima sisi feminimnya dan belajar mengijinkan kombinasi dari paras dan kepribadiannya bersinar. Ia pun dengan cepat merebut sorotan dalam dunia modeling dan dengan cepat mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai model.

Jalur yang baru ini membawa Jina ke dalam dunia hiburan, dimana ia menjadi seorang Ring Girl untuk promotor seni bela diri terbesar di Asia, ONE Championship. Ia memulai karirnya bersama ONE pada tahun 2016 dan saat ini menjadi salah satu wajah paling terkenal dalam organisasi ini. Saat ini, Jina menghabiskan sebagian besar waktunya bepergian ke negara-negara Asia, dimana ia menjadi model untuk ONE dan memukau para penggemar di antara ronde pertandingan. 

Model Korea yang cantik ini memiliki sumber motivasi tersendiri, yaitu ibunya yang sekaligus menjadi pahlawan bagi dirinya, Jina menganggap bahwa ibunya ini, yang juga menjadi sumber inspirasinya, telah berusaha keras dalam membawa keluarganya melewati masa-masa sulit.

Jina juga telah mengembangkan kemampuan linguistiknya dan menguasai tiga bahasa – Inggris, Mandarin dan Korea. Walau ia menjaga kebugaran tubuhnya melalui menari dan menghabiskan waktu untuk berlatih keras di gym, ia suka membaca buku untuk mempertajam pikirannya di waktu senggang. Ia ingin melihat dunia dan mengembangkan pengetahuannya mengenai berbagai budaya, dimana ia percaya ONE Championship telah memberikan dirinya kesempatan untuk itu.