Tanpa Hand Wrap, Tak Masalah: Yuki Yoza Ceritakan Kebiasaan Uniknya Jelang ONE Samurai 1
Kiprah Yuki Yoza di ONE ditandai oleh presisi, ketenangan, dan deretan kemenangan atas lawan elite yang dengan cepat menempatkannya di jajaran atlet terbaik dunia.
Kini, perjalanan itu membawanya ke momen terbesar dalam kariernya. Mantan juara K-1 tersebut akan menantang Jonathan “The General” Haggerty untuk memperebutkan Gelar Dunia ONE Bantamweight Kickboxing di ONE Samurai 1 pada Rabu, 29 April, di Ariake Arena, Tokyo.
Namun, di tengah persiapannya menuju laga penentu karier, ada satu hal tak biasa yang terus membedakannya dari striker elite lain di divisi ini.
Hal itu pertama kali menarik perhatian penggemar global saat debutnya di ONE Friday Fights 109 pada Mei 2025. Setelah meraih kemenangan atas Elbrus “The Samurai” Osmanov, Yoza kembali ke sudutnya dan dengan santai melepas sarung tangannya – memperlihatkan bahwa ia bertarung tanpa hand wrap (balutan tangan).
Momen tersebut langsung memicu rasa penasaran. Dalam olahraga di mana perlindungan tangan dianggap hal mendasar, pilihan itu terasa sangat mencolok. Saat ditanya oleh Mitch Chilson di dalam ring, Yoza hanya menanggapinya dengan santai sambil tersenyum, menyebut dirinya “gila.” Namun di balik jawaban ringan itu, ada alasan yang lebih mendalam.
Jagoan berusia 28 tahun ini mengatakan:
“Saya mulai tidak menggunakan hand wrap dalam pertandingan sekitar empat laga terakhir saya di K-1. Sepertinya sejak melawan Kongnapa [Weerasakreck].
“Sejak awal, saya memang tidak memakai wrap saat latihan. Tanpa itu, pergelangan tangan saya bisa bergerak jauh lebih bebas. Sulit dijelaskan, tapi terasa lebih fleksibel. Saat saya memakai wrap di pertandingan, saya tidak bisa bergerak dengan cara yang sama. Saya jadi tegang.”
Keputusan tersebut bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Itu berkembang secara alami dari kebiasaan latihannya. Apa yang terasa normal di gym justru terasa membatasi saat bertanding, membuatnya mempertimbangkan ulang apa yang benar-benar cocok untuk tubuhnya.
Dari situ, lahirlah eksperimen sederhana namun berani – yang kemudian menjadi bagian dari identitasnya sebagai petarung:
“Jadi saya mencoba meminta izin untuk bertarung tanpa wrap. Ternyata terasa sangat natural. Sejak itu, saya merasa lebih baik tanpa menggunakannya. Jadi sekarang saya tidak lagi memakai hand wrap.”
Seiring waktu, Yoza menyadari bahwa keputusan tersebut bukan sekadar soal kenyamanan. Hal itu juga berdampak langsung pada kualitas pukulannya.
Keunggulan teknis itu terbukti di panggung global. Setelah menang atas Osmanov, Yoza mengalahkan mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Petchtanong Petchfergus dan Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing “The Kicking Machine” Superlek, memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 13 laga beruntun.
Ia menjelaskan:
“Misalnya saat saya melepaskan pukulan ke badan, di latihan pergelangan tangan saya bisa berputar dengan bebas, jadi pukulan bisa mendarat bersih dengan buku jari. Tapi saat dibungkus wrap, pergelangan saya terkunci. Kadang bagian lain yang mengenai target. Hal yang sama juga terjadi pada hook. Saya tidak bisa mengeksekusinya dengan efektif.
“Tapi saat saya mencoba bertarung tanpa wrap, pergelangan saya bisa kembali bergerak dengan baik. Saya bahkan bisa mencetak knockdown tanpa wrap. Bagi saya, pergerakan pergelangan ini adalah kunci. Jadi keuntungannya jelas lebih besar daripada risikonya.”
Metode Unik Yoza Lahir Karena Kebutuhan
Pendekatan tanpa hand wrap yang digunakan Yuki Yoza mungkin terlihat tidak biasa bagi penggemar maupun petarung lain, tetapi bagi orang-orang terdekatnya, hal itu justru sangat wajar.
Bagi mereka, itu adalah bagian dari dirinya. Kenyamanan dengan metode tersebut membangun kepercayaan diri yang tidak hanya terlihat dari teknik, tetapi juga dari mentalitasnya secara keseluruhan.
Hubungannya dengan hand wrap bahkan bisa dibilang hampir tidak ada.
Yoza berkata:
“Sebenarnya saya bahkan tidak bisa memasangnya sendiri. Saya tidak tahu cara membungkus tangan, bahkan saat latihan. Saya lebih sering hanya memukul mitts. Saya juga tidak melakukan latihan khusus untuk memperkuat pergelangan atau buku jari.
“Bukan hanya tangan, setelah bertanding saya juga biasanya tidak mengalami cedera. Mungkin karena saya berasal dari Kyokushin Karate, di mana kami bertarung tanpa sarung tangan. Jadi itu bukan masalah bagi saya.”
Dikelilingi striker elite di Team Vasileus seperti mantan juara K-1 tiga divisi Takeru “Natural Born Krusher” Segawa dan mantan juara interim ONE Featherweight Kickboxing Masaaki Noiri, Yoza telah membangun reputasi yang menghilangkan keraguan.
Bagi pelatih dan rekan setimnya, tidak ada kekhawatiran – hanya keyakinan bahwa ia akan kembali tampil seperti biasa: tanpa cedera dan tetap mengendalikan pertandingan.
Ia menambahkan:
“Soal memakai hand wrap atau tidak, menurut saya itu tidak terlalu penting.
“Apapun pilihannya, yang terpenting adalah menggunakan apa yang paling nyaman untuk diri sendiri.”