Tang Kai Akan Pertahankan Gelar Dunia ONE Featherweight MMA Melawan Shamil Gasanov Di ONE Fight Night 42
Juara Dunia ONE Featherweight MMA Tang Kai akan mempertahankan sabuknya untuk kedua kali saat menghadapi penantang berbahaya asal Rusia, Shamil “The Cobra” Gasanov, dalam partai utama ONE Fight Night 42 pada 11 April waktu Indonesia.
Dalam laga yang tayang di jam primetime Amerika ini, sang petarung asal Tiongkok kembali ke Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok bukan sekadar untuk mempertahankan sabuk emas di pundaknya. Ia juga ingin membangun warisan di salah satu divisi paling kompetitif dalam olahraga ini.
Petarung berusia 30 tahun yang mewakili Sunkin International Fight Club tersebut telah membangun reputasi sebagai kekuatan mematikan di featherweight. Di divisi yang dipenuhi para petarung dengan kemampuan finis tinggi, striking tajam serta kontrol tempo yang matang membuat Tang konsisten unggul dari para pesaingnya.
Perjalanannya menuju puncak dimulai lewat enam kemenangan beruntun di ONE Championship, termasuk tiga kemenangan lewat penyelesaian di ronde pertama. Rangkaian kemenangan itu membawanya mendapatkan kesempatan menantang juara bertahan saat itu, Thanh Le, di ONE 160 pada Agustus 2022.
Menghadapi petarung Vietnam-Amerika tersebut, Tang tampil dengan kesabaran dan strategi yang matang. Ia menyerang kaki depan sejak awal, memperlambat ritme pertandingan, dan perlahan menemukan celah di jarak dekat.
Sebuah pukulan kanan keras dan hook kiri bersih di ronde-ronde akhir mengubah momentum secara tegas. Setelah lima ronde, Tang dinyatakan menang lewat keputusan mutlak dan menjadi Juara Dunia MMA pria pertama dari negaranya di sepanjang sejarah ONE Championship.
Momen tersebut bergema jauh melampaui Circle. Tang pulang ke kampung halamannya di Shaoyang, Provinsi Hunan, dan disambut ribuan pendukung yang merayakan pencapaian bersejarah itu.
Namun cedera sempat menghentikan momentumnya. Saat ia absen, Le merebut sabuk interim. Pertarungan ulang mereka di ONE 166: Qatar pada Maret 2024 pun menjadi duel penyatuan gelar yang sarat gengsi.
Tang menampilkan performa paling lengkap dalam kariernya. Dengan gaya yang lebih agresif dan presisi yang lebih tajam, ia membongkar pertahanan Le secara sistematis sebelum mengakhirinya lewat badai pukulan di ronde ketiga.
Kemenangan TKO tersebut menyatukan sabuk juara, menjadi kemenangan profesional ke-19 dalam kariernya, sekaligus mempertahankan rasio finis impresif sebesar 79 persen. Penampilan itu juga memberinya bonus senilai US$50.000 (Rp850 juta) dari Chairman dan CEO ONE, Chatri Sityodtong.
Pertahanan gelar yang dijadwalkan melawan petarung Kyrgyzstan Akbar Abdullaev di ONE Fight Night 27 kemudian berubah menjadi laga catchweight non-gelar setelah sang lawan gagal memenuhi batas berat badan. Perubahan itu mengubah situasi pertandingan, dan Tang harus menerima kekalahan pertamanya di ONE Championship.
Kini ia menghadapi ancaman baru.
Sesuai julukannya, Gasanov membangun reputasi lewat grappling yang menekan serta kontrol yang tanpa henti. Mewakili Peresvet Fight Team dan Tiger Muay Thai, petarung Rusia tersebut memiliki rekor profesional 18-1, termasuk enam kemenangan di ONE Championship.
Ia mulai menarik perhatian lewat kemenangan submission rear-naked choke ronde pertama atas striker Korea Selatan “The Fighting God” Kim Jae Woong, sebelum kemudian mendominasi mantan penguasa divisi Martin “Situ-Asian” Nguyen untuk memperkuat posisinya sebagai penantang serius.
Terakhir, di ONE Fight Night 34, ia membalas satu-satunya kekalahan dalam kariernya dengan menundukkan grappler elite Garry “The Lion Killer” Tonon, sekaligus menghapus keraguan terakhir mengenai kelayakannya menantang gelar.
Pada 10 April, dua gaya bertarung yang sangat berbeda akan saling bertabrakan.
Pantau terus onefc.com untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait ONE Fight Night 42.