Berita

Rodtang, Superlek, Michael, Goncalves Menangi Perempat Final Muay Thai Grand Prix Di ONE 157

ONE 157: Petchmorakot vs. Vienot menjadi awalan bagi turnamen khusus striking bersejarah pada Jumat, 20 Mei.

Seluruh babak perempat final ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix digelar di Singapore Indoor Stadium dan menampilkan para bintang berprestasi, penantang baru, debutan menarik dan sang penguasa divisi.

Berikut adalah rangkuman dari keempat laga babak pembuka dari turnamen Muay Thai global terbesar yang pernah digelar.

Rodtang Dominasi Smith Di Laga Satu Arah

Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon mungkin menampilkan aksi terbaiknya di dalam Circle ONE Championship saat ia mengungguli Jacob Smith dalam laga perempat final terakhir malam itu.

Walau ia sempat khawatir melihat arsenal lawannya asal Inggris itu, megabintang berusia 24 tahun ini membuat semuanya terlihat mudah, dimana ia membedah tiap inci pertahanan Smith menuju sebuah kemenangan mutlak dan bonus penampilan senilai US$50.000.

Sang Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai ini mengendalikan tiap pertukaran serangan sejak awal, dimana ia menempatkan perwakilan Thaifist dan Bad Company di ujung tendangannya. Dan, saat Smith menemukan jalur untuk masuk, Rodtang memastikan hook depan dan pukulan kanannya tersambung.

Seperti tidak cukup, lutut dan siku “The Iron Man” memberi hukuman lebih berat lagi bagi warga Birkenhead berusia 29 tahun itu sepanjang laga.

Atlet Thailand yang kini berambut pirang itu merobek pertahanan rivalnya dengan artileri keras ke tengah tubuhnya, serta memastikan laga ini berjalan satu arah sampai akhir.

Hasil ini membawa catatan rekor Rodtang menjadi 268-42-10, memperpanjang rangkaian kemenangan beruntunnya di ONE Super Series menjadi 11-0, dan mendesaknya lebih dekat ke sabuk perak turnamen ini, yang ia ingin sandingkan dengan sabuk emas Juara Dunia miliknya.

Goncalves Kejutkan Cruz Via KO 35 Detik

Walter Goncalves akan kembali ke kamar hotelnya malam ini dan mungkin berpikir tentang apa yang lebih mengejutkan – memasuki babak perempat final ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix dengan lawan baru via pemberitahuan kurang dari 24 jam, atau menghentikan lawan itu dalam waktu 35 detik.

Kickboxer peringkat ketiga flyweight ini menyambut pendatang baru ONE Josue “Tuzo” Cruz ke dalam Circle dengan penyelesaian KO ronde pertama yang mengejutkan, dimana ini membawa catatan rekor profesionalnya menjadi 66-7 dan mendorongnya ke babak semifinal melawan Superlek Kiatmoo9.

Saat bel pertandingan berbunyi, Goncalves masuk ke tengah Circle, namun ia berjalan memasuki kombinasi jab-straight kanan lawannya. Cruz mendesak maju dengan pukulannya, namun pria Brasil ini menghindari sebagian besar usahanya.

Lalu, saat Goncalves mulai menggerakkan tangan kanannya, debutan Meksiko itu menaikkan lengannya sendiri untuk bertahan dan melindungi kepala. Saat ia melakukan itu, Goncalves beralih ke tubuhnya dan melanjutkan dengan hook kiri keras ke tulang rusuk Cruz.

Saat Cruz mulai meringkuk di tempatnya berdiri, Goncalves mengangkatnya dengan dua serangan lutut, yang menyebabkan wasit Elias Dolaptsis untuk menengahi dan memulai delapan hitungan. Tetapi, pria Meksiko itu gagal menjawabnya, dan laga ini berakhir hanya setelah 35 detik.

Superlek Buktikan ‘Hype’ Via Kemenangan Dominan Atas Naito

Superlek “The Kicking Machine” Kiatmoo9 membuktikan mengapa banyak orang menganggapnya atlet favorit untuk memenangkan ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix, saat ia mendominasi Taiki “Silent Sniper” Naito menuju sebuah kemenangan mutlak meyakinkan dalam laga perempat final mereka.

“The Kicking Machine” membuktikan julukannya saat ia mengincar kaki depan Naito sembari memasukkan beberapa serangan siku keras tiap kali ia berhasil masuk ke jarak dekat.

Penantang peringkat kedua flyweight Muay Thai ini juga hampir mencetak penyelesaian di pertengahan ronde kedua dengan beberapa serangan siku keras, walau Naito bertahan dari semua itu.

Sementara pria Thailand ini memang tidak mendapatkan KO, ia membawa pulang kemenangan dominan, membawa catatan rekornya menjadi 129-29-4, dan maju untuk menghadapi Walter Goncalves di babak semifinal turnamen ini.

Michael Ungguli Naseri Untuk Cetak Kemenangan Mutlak

Savvas “The Baby Face Killer” Michael berjanji untuk “mengerahkan segalanya” saat melawan Amir Naseri dalam perempat final Grand Prix – dan ia pun membuktikannya.

Bintang asal Siprus ini mengungguli Naseri selama sembilan menit untuk meraih kemenangan mutlak yang tegas dan maju ke babak semifinal Grand Prix.

Saat lawannya mencoba meningkatkan tekanan, ketenangan, IQ tanding dan presisi dari Juara Dunia WBC dan WMC Muay Thai ini terbukti terlalu kuat bagi bintang debutan Iran-Malaysia itu.

Tiap kali Naseri masuk ke jarak dekat, “The Baby Face Killer” mengayun mundur atau berputar dan membalas dengan tendangan rendah keras atau pukulan pendek dari kanan ke arah tengah tubuh lawan.

Pada ronde kedua, Michael bahkan mengenai dagu rivalnya dengan sepasang pukulan kanan keras.

Tetapi, Naseri tak pernah mundur. Walau ia lebih banyak meleset daripada mendaratkan serangan, pria berusia 30 tahun ini ingin memberi kesan kuat dalam laga perdananya di ONE Super Series. 

Setelah meraih kemenangan, “The Baby Face Killer” membawa catatan profesionalnya menjadi 44-4 dan maju ke babak semifinal keras melawan Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai Rodtang Jitmuangnon.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.