Bela Diri Campuran

Shinya Aoki Jabarkan 5 Penantang Teratas Lightweight

Shinya “Tobikan Judan” Aoki meyakini bahwa divisi lightweight ONE Championship yang sarat atlet berbakat itu adalah salah satu divisi yang paling menarik dalam disiplin bela diri campuran – dan ia mengetahui dirinya masih dapat bertanding dengan siapa pun.

Hampir satu dekade belakangan ini, ikon Jepang ini telah menjadi kekuatan yang konstan dalam divisinya, karena ia dua kali menjadi Juara Dunia ONE Lightweight dan kini memegang posisi kedua dalam daftar Peringkat Atlet Resmi.

Karena seberapa seringnya jajaran lima besar ini terguncang, mempertahankan posisi di dalam kelompok itu telah menjadi pencapaian tersendiri.

“Tiap kali anda memutar roda rolet itu, peringkat ini berubah,” kata pria asal Tokyo berusia 38 tahun ini.

“Saya kira itu adalah divisi dengan pergerakan yang cukup banyak, karena jajaran atlet terbaiknya selalu berubah. Karenanya, itu adalah divisi panas yang patut diperhatikan. Itu seperti olahraga lainnya, bergerak dengan ritme yang sangat cepat tanpa henti. Petarung terbaik saat ini bukanlah yang terbaik selamanya.”

Dengan itu, Aoki berbagi pemikirannya tentang sang penguasa divisi ini dan empat penantang lainnya.

Juara Dunia ONE Lightweight: Christian Lee

MMA fighter Christian Lee with the ONE Championship belt

Shinya Aoki: Ia menjadi lebih kuat tiap kali dirinya bertarung. Tingkat pertumbuhan itu selalu luar biasa tiap kalinya. Ia mengambil tantangan dan mengatasinya setiap waktu. Saya kira striking-nya dulu menjadi kelemahannya, namun ia menjadi lebih kuat, serta memiliki pengertian luar biasa tentang di mana permainan ini berada.

Saya kira kekuasaannya sebagai juara akan berlanjut sementara waktu. Ia masih muda, maka saya kira ia dapat mencari sebuah tantangan baru.

Penantang Teratas: Saygid Guseyn Arslanaliev

Saygid Guseyn Arslanaliev celebrates his win in the ONE Lightweight World Grand Prix semifinal

SA: Ia memiliki momentum, namun ia kalah dari Christian. Dengan itu, saya kira ia memiliki kekuatan penghancur dan ledakan besar.



Penantang #3: Ok Rae Yoon

Pictures from Ok Rae Yoon vs. Marat Gafurov at "ONE on TNT III"

SA: Ok Rae Yoon menang atas Marat Gafurov dan Eddie Alvarez, namun saya tak mengetahui seberapa jauh ia dapat bertumbuh dari itu semua. Selain itu, ia juga memiliki beberapa kekalahan [dalam catatan rekornya]. Saya kira masih ada sesuatu yang agak kasar di situ. Saya tak yakin dirinya berada di tingkatan mana.

Saya lebih tinggi dalam peringkat, karena itu jika saya melawan Ok Rae Yoon, saya kira sang pemenang akan lebih meyakinkan untuk mendapatkan perebutan gelar.

Penantang #4: Iuri Lapicus

Moldovan MMA fighter Iuri Lapicus enters the arena

SA: Lapicus sedikit lebih sulit diprediksi karena ia dua kali kalah berturut-turut (kemenangan diskualifikasi atas Alvarez diubah menjadi no-contest). Ia mengalahkan Marat Gafurov dengan cara yang baik, namun sebelum itu, ia menang sangat tipis atas Shannon Wiratchai. Oleh karena itu, saya sejujurnya tak mengetahui seberapa bagusnya dia.

Penantang #5: Timofey Nastyukhin

MMA stars Christian Lee and TImofey Nastyukhin fight at "ONE on TNT II"

SA: Ada beberapa saat dimana ia tak bertanding, dan saya tidak merasa bahwa dirinya dapat bertumbuh sejauh itu karena usianya. Namun ia menjadi desktruktif saat dibutuhkan. [Dalam laga perebutan gelar Juara Dunia terakhirnya], pergerakan Christian jauh lebih bagus, maka saya tidak mengira bahwa itu cukup membantu [untuk mengukur seberapa kuatnya Timofey].

Baca juga: Nastyukhin, Buist Balas Alvarez Tentang Klaim Perebutan Gelar

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.