Regian Eersel Vs. Rungrawee Puncaki ONE Fight Night 42, Tang Kai Vs. Shamil Gasanov Bergeser Ke ONE Fight Night 43
ONE Fight Night 42 akan dipuncaki sebuah laga baru.
Juara Dunia ONE Lightweight Muay Thai Regian “The Immortal” Eersel akan menghadapi petarung Thailand yang sedang naik daun, Rungrawee “Legatron” Sitsongpeenong, pada 11 April waktu Indonesia di Lumpinee Stadium, Bangkok, dalam perebutan singgasana kickboxing yang sedang tak bertuan.
Laga ini menggantikan partai utama yang sebelumnya diumumkan antara Juara Dunia ONE Featherweight MMA Tang Kai dan Shamil “The Cobra” Gasanov. Penantang asal Rusia tersebut mengalami cedera saat menjalani pemusatan latihan, sehingga duel perebutan sabuk itu dipindahkan ke ONE Fight Night 43 pada 16 Mei.
Dengan panggung yang kini berubah, sorotan tertuju pada salah satu jawara paling sukses dalam sejarah ONE Championship.
Eersel telah lama menjadi standar emas di divisi lightweight. “The Immortal” pernah mencatatkan 22 kemenangan beruntun sepanjang delapan tahun kariernya, termasuk rekor sempurna 10-0 di oraganisasi seni bela diri terbesar di dunia.
Di balik postur tinggi dan jangkauan panjangnya, Eersel memiliki senjata yang lebih berbahaya dari sekadar tubuh tinggi menjulang. Ia menggabungkan kecepatan, presisi seperti penembak jitu, dan mentalitas pantang menyerah yang membawanya meraih dua sabuk dunia sekaligus – gelar perdana ONE Lightweight Kickboxing dan Muay Thai.
Ujian terberatnya datang ketika Alexis “Barboza” Nicolas mengalahkannya lewat keputusan mutlak di ONE Fight Night 21 pada 2024, yang membuatnya kehilangan sabuk kickboxing.
Namun respons sang juara menunjukkan kualitasnya. Petarung berusia 33 tahun itu membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan dominan atas Nicolas di ONE Fight Night 25 untuk merebut kembali gelarnya. Sayangnya, Eersel gagal memenuhi batas berat badan dalam trilogi mereka di ONE Fight Night 30 dan meskipun ia menang, sabuk kickboxing tersebut lepas dari genggamannya.
Setelah rivalitas itu berakhir, Eersel kembali fokus ke “seni delapan tungkai” dan langsung membuat pernyataan besar.
Saat menghadapi George “G-Unit” Jarvis at ONE Fight Night 34 Agustus lalu, ia menampilkan seluruh arsenalnya dan menghentikan sang penantang hanya dalam 84 detik.
Knockout tersebut meningkatkan rekornya menjadi 64 kemenangan serta semakin menegaskan reputasinya sebagai salah satu striker pound-for-pound terbaik di dunia.
Di sisi lain, Rungrawee datang dengan ambisi besar untuk menciptakan kejutan dalam aturan kickboxing.
Petarung yang telah menjalani lebih dari 200 pertandingan itu sudah lama menjadi sosok yang disegani di dunia striking Thailand. Kecerdikan ring, low kick mematikan, dan kombinasi agresifnya telah membuat banyak lawan berakhir pincang.
Penonton global mulai menyaksikan kualitas tersebut dalam tiga penampilan pertamanya di ONE Championship.
Ia memperkuat klaimnya menuju perebutan gelar dengan serangkaian performa impresif. Kemenangan TKO atas Shakir Al-Tekreeti menunjukkan insting penyelesaiannya, sementara kemenangan lewat keputusan terbelah atas Bogdan Shumarov pada debut kickboxingnya memperlihatkan kemampuan adaptasi lintas aturan.
Momentum itu berlanjut di ONE Fight Night 34, ketika Rungrawee tampil sangat matang untuk mengalahkan Youssef Assouik lewat keputusan mutlak dan mematahkan rekor kemenangan enam tahun milik petarung Denmark-Maroko tersebut.
Daya tarik utama laga ini terletak pada kesamaan fisik kedua petarung. Rungrawee memiliki tinggi badan dan jangkauan yang mampu menandingi Eersel, sehingga membuka peluang duel antara dua teknisi striker yang sama-sama mengandalkan timing dan presisi.
Pada 11 April, dua striker elite akan bertarung memperebutkan sabuk emas dalam laga yang berpotensi menjadi masterclass striking.
Sementara itu, duel Tang Kai melawan Gasanov yang kini dijadwalkan pada ONE Fight Night 43 memastikan dua malam besar aksi bela diri akan segera hadir di panggung global.