Nadaka Vs. Songchainoi Berebut Sabuk Atomweight Muay Thai, Johan Ghazali Tampil Di ONE Samurai 1
ONE Championship terus memperkaya daftar laga ONE SAMURAI 1. Organisasi seni bela diri terbesar di dunia ini baru saja mengumumkan laga perebutan Gelar Dunia serta empat pertarungan eksplosif lainnya, termasuk pertahanan gelar perdana Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai Nadaka melawan petarung Thailand Songchainoi Kiatsongrit.
Ajang ini juga akan menampilkan duel flyweight Muay Thai antara teknisi Jepang Shimon Yoshinari melawan jagoan Malaysia Johan “Jojo” Ghazali. Selain itu, juara K-1 “The Purple Comet” Hiromi Wajima akan menghadapi Ricardo Bravo dalam laga featherweight kickboxing, dan pendatang baru Toki Tamaru akan berjumpa dengan Toma Kuroda dalam duel atomweight kickboxing sesama atlet Jepang.
Seluruh laga eksplosif tersebut akan berlangsung pada edisi perdana serial bulanan ini yang disiarkan secara live pada Rabu, 29 April, dari Ariake Arena di Tokyo, Jepang.
Di partai perebutan gelar, Nadaka akan mempertaruhkan sabuknya melawan Songchainoi.
Mewakili Eiwa Sports Gym, bintang muda Jepang ini memiliki rekor 66-6 dengan catatan sempurna 4-0 di ONE.
Saat mendapatkan kesempatan memperebutkan gelar perdana di ONE 173 tahun lalu, Nadaka tampil luar biasa di hadapan publik tuan rumah. Ia mengalahkan veteran Thailand Numsurin Chor Ketwina secara dominan untuk merebut sabuk dan mengukuhkan statusnya sebagai talenta generasi baru.
Dengan koleksi gelar dari Rajadamnern Stadium, Lumpinee Stadium, WMC, dan WBC Muay Thai, ia telah meraih hampir semua prestasi besar di olahraga ini di usia yang masih 25 tahun.
Dikenal dengan kecepatan luar biasa dan kecerdasan bertarung tinggi, Nadaka kini menghadapi tantangan berat dari Songchainoi.
Petarung dari Kiatsongrit Muay Thai Gym ini memiliki rekor 60-18 dengan catatan impresif 10-1 di ONE. Sejak debut pada 2023, ia meraih lima kemenangan beruntun yang membawanya mendapatkan kontrak utama bernilai enam digit dolar, sekaligus memperpanjang tren kemenangannya menjadi sembilan laga beruntun.
Setelah kemenangan dominan atas Salai Htan Khee Shein pada Oktober lalu, Songchainoi melihat kesempatan ini sebagai peluang terbesar untuk mengejutkan sang juara dan membungkam publik Jepang.
Di divisi flyweight Muay Thai, Shimon akan menghadapi Ghazali dalam duel antara dua talenta muda.
Dengan rekor 25-1 dan belum terkalahkan di ONE, Shimon berusaha mempertahankan catatan sempurnanya sekaligus mendekat ke perebutan Gelar Dunia.
Di sisi lain, Ghazali yang mewakili Superbon Training Camp memiliki rekor 27-9 dengan catatan 8-3 di ONE. Petarung remaja ini kembali menemukan performa terbaiknya dengan kemenangan beruntun atas Zakaria El Jamari dan Ye Yint Naung.
Setelah mencuri perhatian dunia lewat knockout 16 detik di usia 16 tahun, Ghazali kini ingin membuktikan bahwa kebangkitannya benar-benar konsisten saat menghadapi lawan teknis seperti Shimon.
Di kelas featherweight kickboxing, Wajima akan menghadapi Bravo dalam laga penting bagi kedua petarung.
Wajima memiliki rekor 22-7 dengan 18 kemenangan knockout, menunjukkan kekuatan pukulan yang membawanya menjadi juara K-1. Namun, dalam debutnya di ONE melawan Nabil Anane, ia harus menerima kekalahan angka.
Kini, ia bertekad meraih kemenangan perdananya di ONE dan membuktikan rasa lapar dirinya.

Sementara itu, Bravo datang dengan tekanan untuk bangkit. Setelah meraih kontrak utama lewat tiga kemenangan finis di ONE Friday Fights, ia justru menelan dua kekalahan beruntun.
Ia kini bertekad membuktikan bahwa kemampuannya tetap layak bersaing di level tertinggi.
Terakhir, pendatang baru Toki Tamaru akan melakoni debutnya di ONE melawan Toma Kuroda dalam duel atomweight kickboxing.
Kuroda, yang mewakili Forward Gym, memiliki 15 kemenangan dalam kariernya, namun baru meraih satu kemenangan di panggung global saat mengalahkan Kirill Chizhik pada 2025.
Laga ini menjadi momen penting bagi kedua petarung. Tamaru ingin langsung mencuri perhatian di debutnya, sementara Kuroda berusaha membuktikan dirinya layak bersaing di level elite.