‘Dirancang Untuk Ini’ – Tye Ruotolo Ingin Perpanjang Dominasi Submission Grappling Kontra Pawel Jaworski Di ONE Fight Night 41

Tye Ruotolo Dante Leon ONE Fight Night 31 10 scaled

Setelah menjalani tahun yang gemilang dengan transisi sukses ke MMA, superstar Amerika Tye Ruotolo kini kembali ke disiplin submission grappling – tempat ia telah memantapkan diri sebagai salah satu atlet paling dominan di dunia.

Juara Dunia ONE Welterweight Submission Grappling tiga kali itu akan mempertahankan sabuknya melawan penantang asal Polandia Pawel Jaworski di ONE Fight Night 41 yang akan disiarkan live di jam primetime Amerika Serikat pada Sabtu, 14 Maret waktu Indonesia, dari Lumpinee Stadium yang ikonik di Bangkok.

Setelah mencatat rekor 2-0 di MMA sepanjang 2025, Ruotolo memuji timnya yang solid – termasuk saudara kembarnya sekaligus Juara Dunia ONE Lightweight Submission Grappling Kade Ruotolo – yang menurutnya menciptakan lingkungan ideal untuk berkembang.

Perwakilan Roots of Jiu Jitsu itu mengatakan:

“Saya selalu memikirkan orang-orang di sekitar saya. Rasanya sangat sulit untuk kalah dengan tim seperti ini. Saya punya tim yang sangat spesial dan itu benar-benar sebuah berkah. Selain itu, saya selalu kembali pada prinsip ‘persiapan bertemu kesempatan menghasilkan kesuksesan.’ Saya mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan kesempatan datang persis seperti yang saya harapkan.

“Jadi ini bukti dari kekuatan tim, memiliki orang-orang baik di sekitar kita, dan terus bekerja keras. Dan saya rasa saya dan saudara saya memang benar-benar dirancang untuk ini.”

Dalam dunia MMA, petarung berusia 23 tahun itu juga menunjukkan perkembangan kemampuan striking yang mengesankan. Ia mampu mengimbangi Adrian “The Phenom” Lee dan Shozo “Great Teacher” Isojima dalam duel baku hantam sebelum akhirnya mengakhiri keduanya dengan rear-naked choke khasnya.

Kemenangan tersebut menambah catatan impresif dalam karier grappling Ruotolo. Bintang Amerika itu telah mengoleksi 36 kemenangan dalam Brazilian Jiu-Jitsu, termasuk delapan kemenangan di ONE Championship.

Kesuksesan itu tidak datang secara instan. Bersama saudara kembarnya, Ruotolo terus saling mendorong untuk berkembang, bahkan mengubah momen sederhana menjadi duel latihan yang intens:

“Itu situasi yang menarik karena ketika berada di dalam pocket, benar-benar di dalam pocket, saya merasa cukup nyaman. Saya dan saudara saya banyak menghabiskan waktu di situ sejak kecil. Mungkin guard saya tidak selalu sempurna atau pertahanan saya bukan yang terbaik, tapi saya merasa lebih nyaman di situ daripada seharusnya.

“Saya ingat ada hari-hari ketika kami bertarung di pantai selama 30 menit tanpa henti sampai salah satu dari kami benar-benar kehabisan tenaga.”

Ruotolo Soroti Ancaman Leg Lock Jaworski

Tye Ruotolo menyadari bahwa mempertahankan Gelar Dunia ONE Welterweight Submission Grappling di ONE Fight Night 41 berarti harus menghadapi salah satu spesialis paling berbahaya di olahraga ini.

Di atas matras Lumpinee Stadium, ia akan berhadapan dengan Pawel Jaworski, petarung Polandia berusia 21 tahun yang mewakili Academia Gorila.

Dengan rekor profesional BJJ 38-6 serta gelar Juara Dunia IBJJF, pendatang baru ini dikenal sebagai salah satu spesialis leg lock paling menakutkan di dunia grappling.

Menurut Ruotolo, gaya tersebut mencerminkan perubahan besar dalam perkembangan jiu-jitsu modern:

“Saya rasa cara terbaik menjelaskan pertarungan ini, terutama bagi orang yang tidak terlalu memahami dunia jiu-jitsu, adalah bahwa jiu-jitsu sebenarnya tidak banyak berubah dalam 20 tahun terakhir. Teknik dasar tetap efektif.

“Tapi sekitar lima atau enam tahun lalu muncul para spesialis — para leg locker. Memang sebelumnya sudah ada, tapi tiba-tiba banyak atlet mulai benar-benar fokus pada teknik itu. Juara dunia tradisional yang sudah lama mendominasi bisa dikalahkan dalam hitungan detik oleh spesialis leg lock.”

Ruotolo menilai Jaworski merupakan produk dari “revolusi leg lock” tersebut.

Penantang asal Polandia itu membangun reputasinya dengan serangan submission ke bagian bawah tubuh yang agresif, sering kali memaksa lawan masuk ke posisi entanglement berbahaya.

Meski menghormati ancaman tersebut, Ruotolo merasa dirinya telah lama mempersiapkan diri menghadapi gaya seperti itu.

Atlet asal California ini mengatakan:

“Saya rasa dia mungkin menyerang heel hook lebih baik daripada saya. Tapi di hampir semua aspek jiu-jitsu lainnya, dengan segala kerendahan hati, saya lebih berpengalaman dan memahami jiu-jitsu lebih baik.

“Saya rasa dia sedikit mengandalkan satu senjata saja, tapi dia benar-benar luar biasa dalam hal yang dia kuasai. Saya sama sekali tidak meremehkannya. Hanya saja saya merasa punya banyak cara untuk menang, sementara jalannya untuk menang mungkin hanya satu.”

Selengkapnya di Berita

Tye Ruotolo Dante Leon ONE Fight Night 31 10 scaled
Detchawalit DenisDotsenko Faceoff 1920X1280 scaled
George Jarvis Mouhcine Chafi ONE Fight Night 30 39 scaled
Sinsamut Klinmee Nieky Holzken ONE Friday Fights 100 5 scaled
maratkaito
Tang Kai Gasanov
Worapon ArthurBrossier 1920X1280 1 scaled
John Lineker Asa Ten Pow ONE 168 88
twobouts
rodtak
Chatpichit Tubtimthong OFF144 1920X1280 scaled
Sangarthit Looksaikongdin Suablack Tor Pran49 ONE Friday Fights 114 48 scaled