Dante Leon Dan Kenta Iwamoto Bentrok Dalam Duel Welterweight Submission Grappling Di ONE Fight Night 42
Dua kekuatan tak terbendung akan saling berhadapan ketika Dante Leon dan Kenta Iwamoto bertemu dalam laga welterweight submission grappling di ONE Fight Night 42.
Duel dua grappler kelas dunia ini akan menjadi bagian dari ajang primetime Amerika Serikat keempat ONE pada 2026, yang digelar live pada 11 April dari Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand.
Leon dikenal sebagai salah satu grappler paling kuat secara fisik sekaligus teknis di dunia. Petarung Kanada berusia 30 tahun itu memadukan kekuatan eksplosif dengan penguasaan teknik detail di setiap posisi.
Setelah menaklukkan kancah IBJJF sebagai juara dunia No-Gi dua kali, Leon menunjukkan kepada audiens global bagaimana kekuatan mentah dapat berpadu dengan presisi teknis tinggi.
Di ONE Fight Night 26 pada Desember 2024, ia tampil dominan melawan veteran MMA sekaligus sabuk hitam BJJ, Bruno “Puccibull” Pucci. Malam itu, ia memperlihatkan arsenal mematikannya dengan mudah mengambil posisi belakang dan mengeksekusi teknik inverted triangle choke untuk meraih kuncian.
Selanjutnya, wakil Pedigo Submission Fighting tersebut kembali membuktikan kualitasnya saat menghadapi mantan penantang Gelar Dunia, Tommy Langaker, di ONE Fight Night 27 pada Januari tahun lalu.
Leon mengendalikan laga dengan tekanan atas yang superior dan permainan guard solid untuk mengamankan kemenangan mutlak, yang membawanya ke kesempatan perebutan gelar.
Namun, langkahnya terhenti saat menghadapi Juara Dunia ONE Welterweight Submission Grappling, Tye Ruotolo, di ONE Fight Night 31 beberapa bulan kemudian. Meski tampil kompetitif, ia harus menerima kekalahan lewat keputusan mutlak setelah duel sengit.
Kini, dengan motivasi lebih besar dari sebelumnya, Leon ingin memulai kembali tren kemenangan dan menegaskan dominasinya atas pendatang baru berbahaya.
Di sudut berlawanan berdiri Iwamoto, yang memasuki organisasi seni bela diri terbesar di dunia sebagai nama besar di kancah BJJ dengan kredensial kelas dunia.
Grappler Jepang berusia 29 tahun itu juga membawa motivasi tambahan, yakni membalas kekalahan kuncian dari Leon di luar ONE pada 2023.
Sebagai sabuk hitam judo dan Brazilian Jiu-Jitsu, Iwamoto telah tiga kali menjuarai ADCC Asia & Oceania Trials. Ia juga mencuri perhatian di berbagai turnamen internasional bergengsi lewat gaya khasnya – pergerakan minimal, kontrol mencekik, dan kuncian tersembunyi yang mematikan.
Teknisi asal Jepang itu memadukan permainan bawah yang solid dengan kemampuan berdiri berbasis judo yang berbahaya, termasuk foot sweep yang licin. Ia membagi waktu latihannya antara IGLOO Brazilian Jiu-Jitsu di Jepang dan B-Team di Austin, Texas, menyerap ilmu dari dua pusat pelatihan elite dunia.
Saat keduanya bertemu pada 11 April, Leon akan berusaha kembali ke jalur perebutan Gelar Dunia, sementara Iwamoto membidik kemenangan pernyataan untuk menegaskan kedatangannya di ONE dengan menumbangkan kontender elite.