Fitur

5 Pelajaran Penting Dari ONE: REVOLUTION

Pada hari Jumat, 24 September, para bintang ONE: REVOLUTION menjamu para penggemar dalam malam penuh aksi bela diri epik yang sarat dengan kemenangan KO, submission dan laga keras.

Dalam laga utama, Ok Rae Yoon berjuang keras merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight, dengan sebuah kemenangan mutlak atas pemegang gelar Christian “The Warrior” Lee.

Namun, ia bukanlah satu-satunya atlet yang bersinar, karena 10 kompetitor lain juga memberi penampilan apik di Singapore Indoor Stadium.

Oleh karena itu, berikut adalah lima pelajaran terbesar dari ONE: REVOLUTION.

#1 Ok Rebut Sabuk Emas, Bongkar Divisi Lightweight

Ok mencapai apa yang tak dapat dilakukan oleh para penantang teratas dalam divisi lightweight lainnya: ia mengalahkan Lee dan meninggalkan Circle dengan gelar Juara Dunia ONE Lightweight.

Sebelum laga ini, “The Warrior” merobek jajaran teratas dan hanya membutuhkan kemenangan atas sang penantang peringkat ketiga itu untuk menyapu bersih divisinya. Namun, hal itu tak terlaksana.

Baik dalam striking atau grappling, pria asal Korea Selatan itu memiliki jawaban untuk tiap serangan dari mantan penguasa itu selama lima ronde menegangkan, dan ia langsung beraksi melawan atlet keturunan Singapura-Amerika itu dari awal. Pada akhirnya, ketiga juri memberi kemenangan mutlak pada dirinya.

Ok berturut-turut mengalahkan tiga Juara Dunia MMA, dimana ia sebelumnya unggul atas Marat “Cobra” Gafurov dan Eddie “The Underground King” Alvarez. Kini, setelah kemenangan atas Lee, pria yang disebut “Legend Killer” atau “Penakluk Para Legenda” ini jelas menjadi pria yang harus dikalahkan dalam divisinya.

Tetapi, kemenangan ini juga merombak seluruh divisi dan sekejap menciptakan laga-laga baru bagi para penantang teratas yang tak mampu melengserkan pemegang gelar terdahulu itu.

#2 Malykhin Dan Kim Layak Raih Perebutan Gelar

Anatoly Malykhin and Kim Jae Wooong

“The Fighting God” Kim Jae Woong dan Anatoly “Sladkiy” Malykhin meninggalkan Singapore Indoor Stadium setelah meraih apa yang mereka inginkan sebelum memasuki Circle: penyelesaian yang menjadi sorotan.

Sebagai penghargaan atas sepasang KO brilian itu, Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong memberi konfirmasi bahwa keduanya akan menjadi pria selanjutnya untuk menantang Juara Dunia dalam divisi mereka masing-masing.

Malykhin menjadi pria pertama yang mengamankan perebutan gelar Juara Dunia, dengan mengatasi perlawanan dari superstar Iran Amir Aliakbari. Raksasa Rusia ini menjatuhkan lawannya ke atas kanvas dengan sebuah hook kiri keras pada menit 2:57 stanza pembuka.

Dengan itu, ia memastikan tiketnya untuk memasuki laga berikut melawan Juara Dunia ONE Heavyweight Arjan “Singh” Bhullar.

Setelah penampilan Malykhin malam itu, Kim membalas overhand kanan yang menjadi andalan penantang teratas featherweight contender Martin “The Situ-Asian” Nguyen dengan pukulan kanan pendek yang mendarat tepat di rahang pria keturunan Vietnam-Australia itu. 

Lalu, Kim melepaskan ground-and-pound keras untuk menutup laga pada menit 3:15 stanza pembuka.

“The Fighting God” kini dapat beristirahat dengan tenang untuk menunggu lawan berikutnya – yaitu pemenang laga Kejuaraan Dunia ONE Featherweight antara Thanh Le dan penantang peringkat ketiga Garry “The Lion Killer” Tonon yang akan beraksi di ONE X pada 5 Desember nanti.



#3 Joshua Pacio Memang Tak Terhentikan

Juara Dunia ONE Strawweight Joshua “The Passion” Pacio membawa teknik andalannya di dalam Circle dan meninggalkan lawannya di atas kanvas dengan sebuah penampilan menakjubkan lainnya.

Pacio memastikan bahwa ia berada dalam kondisi terbaiknya saat memasuki laga trilogi melawan rival lamanya Yosuke “The Ninja” Saruta dan menggunakan seluruh arsenal striking miliknya untuk mematahkan pertahanan penantang teratas strawweight itu.

Momen terbaik bagi dirinya tiba saat superstar berusia 25 tahun itu menjebak Saruta dengan sebuah pukulan kiri. Ia lalu melanjutkan serangannya ke arah atlet Jepang itu sampai wasit menghentikan laga pada menit 3:38 ronde pembuka.

Kemenangan itu memastikan status pria Filipina ini sebagai penguasa tak terbantahkan dari divisinya, serta menandai dirinya sebagai atlet strawweight bela diri campuran terbaik di muka bumi.

Pacio telah mengatasi tiap lawan sejak merebut sabuk emas dari Saruta pada bulan April 2019 lalu, dan patut dipertanyakan apakah ada penantang yang mampu melengserkannya saat ini.

#4 Buchecha’ Bersinar Dalam Debut MMA 

Salah satu laga yang ditunggu-tunggu malam itu menampilkan Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu 17 kali, Marcus “Buchecha” Almeida, yang akhirnya mencetak debut dalam bela diri campuran.

Ujian pertama bagi grappler legendaris ini adalah kompatriotnya, Anderson “Braddock” Silva, yang memiliki pengalaman dalam MMA dan kemampuan striking kelas dunia untuk merusak debutnya di panggung dunia.

Namun, “Buchecha” bahkan tak bergeming dan tak mengeluarkan keringat, karena ia dengan mudah meraih sebuah kemenangan submission. Hanya beberapa detik memasuki laga heavyweight ini, Almeida menyeret lawannya ke atas kanvas dan beralih ke north-south choke untuk memaksa tap-out pada menit 2:55 ronde pertama.

Almeida meraih kesuksesan dalam tugas pertamanya di disiplin ini, dan tak diragukan lagi bahwa laga selanjutnya jelas akan lebih menantang. Namun, jika “Buchecha” dapat terus memanfaatkan kemampuan grappling elitenya dengan sempurna, tak akan ada yang dapat menghentikannya.

#5 ‘The Prodigy’ Siap Beranjak Naik

Atlet remaja fenomenal yang tak terkalahkan sampai saat ini, Victoria “The Prodigy” Lee, kembali mengamankan sebuah kemenangan dalam laga atomweight wanita melawan pendatang baru yang juga tak terkalahkan, Victoria “Vick” Souza, dimana ia menyarangkan pukulan dan serangan siku keras demi kemenangan itu.

Remaja berusia 17 tahun ini mampu mengejutkan dengan penampilannya sejauh ini dan nampak menjadi lebih kuat dalam tiap penampilannya. Setelah aksi luar biasa ini, jelas bahwa Lee memang siap untuk memasuki tingkatan berikutnya dalam kompetisi ini.

Bukanlah rahasia bahwa divisi ini memang sarat dengan atlet elite, termasuk kakaknya, Juara Dunia ONE Women’s Atomweight “Unstoppable” Angela Lee.

Namun, “The Prodigy” dapat membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan para veteran dalam tahun pertamanya ini, dimana ia nampak bersemangat untuk naik pada tahun 2022 dan melawan para penantang teratas.

Baca juga: Ham Vs. Stamp, Hirata Vs. Phogat Untuk Semifinal Atomweight GP

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.