Fitur

Dapatkah Atlet Tiongkok Raih Kemenangan Di ONE: NEXTGEN II?

Terdapat tiga atlet elite Tiongkok di kartu pertandingan ONE: NEXTGEN II ini, namun apakah ketiganya dapat meraih kemenangan bagi negara mereka itu?

Bertanding dalam disiplin bela diri campuran, kickboxing dan Muay Thai, ketiga perwakilan Tiongkok ini menghadapi lawan kuat pada ajang yang tayang dari Singapore Indoor Stadium, Jumat, 12 November.

Mari kita lihat apa saja yang dibawa oleh tiap pejuang ke dalam Circle dan apa yang mereka bawa untuk dapat meraih kesuksesan.

Bintang MMA Baru Tang Kai

MMA Fight: Tang Kai fights Ryogo Takahashi at ONE: FISTS OF FURY II

Tang Kai akan menghadapi “The Big Heart” Yoon Chang Min dalam sebuah laga featherweight bela diri campuran yang dapat memberi dampak pada peringkat divisi ini.

Striker Tiongkok itu mengalahkan Ryogo “Kaitai” Takahashi via KO pada ronde pertama dalam penampilan terbarunya, dimana ia berharap bahwa sebuah kemenangan lain akan membawanya ke jajaran lima besar. 

Tang mencetak KO atas 10 lawan dari 12 kemenangan dalam kariernya, dan ia menambahkan satu orang lagi ke dalam daftar itu pada laga pendukung utama Jumat ini.

Satu-satunya kekalahan yang dialami oleh Yoon terjadi di tangan Takahashi – pria yang Tang kalahkan dalam waktu di bawah dua menit – maka perwakilan Sunkin International Fight Club ini yakin dirinya dapat mengalahkan rivalnya.

Di sisi lain, Yoon meyakini bahwa klaim bintang Tiongkok berusia 25 tahun itu sangat sombong, dan perwakilan Team Stung itu memiliki kemampuan untuk membuktikan janjinya untuk memberi pelajaran bagi lawannya. Namun catatan rekor Tang memang mendukung seluruh perkataannya.

Jika ia dapat menghindari genggaman “The Big Heart,” ia akan memiliki kesempatan yang bagus untuk memggunakan kecepatan dan striking tajamnya untuk mencetak kemenangan lain dan mungkin membawanya masuk ke jajaran lima besar dalam daftar peringkat.



Striker Veteran Zhang Chunyu

Kickboxers Andy Souwer and Zhang Chunyu fight at ONE: BIG BANG

Dengan 60 laga profesional yang mengungguli catatan rekor profesional rivalnya di 7-0, “Bamboo Sword” Zhang Chunyu memiliki keunggulan pengalaman jelang laga alternatif ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix melawan Dovydas “Rimkenzo” Rimkus.

Warga Shenzhen itu telah tampil di atas panggung dunia. Ia juga pernah menghadapi salah satu striker terhebat dalam generasinya, maka ia tak akan kehilangan ketenangannya saat ia memasuki Circle dalam laga tiga ronde ini.

Sementara Rimkus jelas dapat menjadi superstar berkat persona dan gaya bertarung yang menarik, Zhang jelas akan merasa ia berada satu langkah di depan pria Lithuania itu dalam perjalanan mereka.

“Bamboo Sword” memiliki pukulan kuat dan gaya agresif pada tingkatan yang belum dapat ditandingi. Ia dapat menggunakan itu untuk mengatasi warga Kaunas itu di awal, dan ia memiliki kemampuan veterannya untuk tetap bertahan jika laga ini beranjak ke ronde-ronde berikutnya.

Waktu Zhang di dalam ring bersama sosok seperti SuperbonSagetdao “Deadly Star” Petpayathai dan Andy “Souwer Power” Souwer hanya berarti bahwa ia akan sangat nyaman dalam mengejar kemenangan – walau sosok “Rimkenzo” adalah seorang penantang berbahaya.

Pemukul Keras Muay Thai Han Zi Hao

ONE Super Series Muay Thai fight: Han Zi Hao fights Adam Noi at ONE: FISTS OF FURY II on 5 March 2021

Han Zi Hao adalah pencetak KO terbaik dalam ONE Super Series bersama beberapa bintang lainnya, maka kapan pun ia bertanding, laga itu memiliki potensi untuk berakhir jauh lebih cepat – dan sarat dengan drama. 

Warga Zhengzhou ini akan menghadapi Victor “Leo” Pinto dalam sebuah laga Muay Thai, dan tak hanya ia memiliki keunggulan kekuatan, namun ia juga memiliki kemampuan yang sesuai dalam laga bantamweight mereka.

Han memiliki kemenangan beruntun di ONE Super Series, sementara Pinto masih mengejar kemenangan perdana, dimana ia akan memberi kesempatan bagi perwakilan Mad Muay Thai Gym dan Shunyuan Fight Club itu untuk menekan maju dengan penuh keyakinan.

Namun, “Leo” adalah lawan yang lihai dan handal yang tak akan gentar menghadapi aksi tersebut – terutama karena ia pernah mengalahkan Han melalui keputusan juri dalam pertemuan pertama mereka pada tahun 2016 lalu. 

Tetapi jelas bahwa lima tahun adalah waktu yang lama, dan Han telah mendorong dirinya untuk kembali ke puncak disiplin itu sejak saat itu.

Dengan momentum ini, perwakilan Tiongkok itu akan memiliki motivasi tambahan untuk menyamakan kedudukan atas rival lamanya ini di ONE: NEXTGEN II.

Baca juga: 5 Fakta Unik Kickboxer Zhang Chunyu Jelang ONE: NEXTGEN II

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.