Fitur

2 Tahun Merantau, Eko Roni Kembali Kunjungi Samarinda

22 Des 2021

Dua tahun sudah superstar Indonesia “Dynamite” Eko Roni Saputra merantau ke “Kota Singa” demi mengejar kariernya. Namun, atlet asal Samarinda itu akhirnya kembali pulang di akhir tahun ini.

Pasca beralih menjadi atlet flyweight bela diri campuran profesional di bawah Evolve, Eko Roni membulatkan tekad untuk sepenuhnya beralih dan pindah ke Singapura – dimana ia mengajar dan berkompetisi dari negara tersebut.

Hal yang tak terduga adalah bahwa pandemi COVID-19 semakin menjauhkan Eko Roni dari tanah kelahirannya ini – yang disebabkan oleh pembatasan ketat antar negara yang berlangsung selama hampir dua tahun lamanya.

Beruntung, pandemi COVID-19 mulai mereda di tanah air belakangan ini. Perbatasan pun mulai kembali dibuka, dan Juara Gulat Nasional ini memanfaatkan kesempatan itu dengan sangat baik.

Saat dihubungi oleh tim editorial ONEfc.com/id, Eko Roni mengungkap rencana untuk menghabiskan masa berlibur di kota kelahirannya, Samarinda, yang sekaligus menjadi kali pertamanya kembali setelah merantau di Singapura.

“Saat ini, ada keringanan yang untuk yang memiliki rumah bisa [melakukan] karantina di rumah,” ujarnya akhir November lalu. “Saya pulang tanggal 1 [Desember]. Karantina, tetapi [di] Indonesia [hanya 5 hari karena saya membawa anak.”

Kerinduan Pada Keluarga

Eko Roni pun mengaku ingin menuntaskan kerinduan pada keluarga yang telah lama terpendam. Ia melewatkan dua musim libur Lebaran hanya melalui telepon dan pembicaraan video, yang tentunya sangat berbeda dengan pertemuan fisik.

“Ingin jumpa keluarga, rindu keluarga. Dua kali Ramadhan tidak bertemu keluarga. Berbeda [rasanya] via telepon dengan bertemu secara langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pandemi menjadikannya berpikir sangat keras terkait waktu kunjungan yang juga dibarengi dengan rentang masa karantina wajib.



Pasalnya, waktu karantina di Indonesia dan Singapura cukup berbeda.

“Saya mau ke sana [Samarinda], karena saya juga memikirkan pekerjaan saya juga,” jelas Eko.

“Kalau karantina di sini [Singapura] dua minggu, saya akan kehabisan masa cuti untuk karantina. Jadi, keputusan itu lebih ringan kalau di Indonesia. Salah satunya itu,” jelas Eko Roni.

“Cuti dari ONE, 24 Desember saya kembali [ke Singapura]. Karena sedikit takut juga bahwa akhir tahun kasus akan kembali naik.”

Total, Eko Roni akan menghabiskan waktu liburan selama 20 hari di Samarinda. Di tanah kelahirannya, atlet Indonesia yang berada dalam rangkaian lima kemenangan beruntun itu mengaku hanya ingin merayakan dengan sederhana namun berkualitas.

“Saya menghabiskan 20 hari untuk bersama keluarga, karena momen itu yang saya rindukan. Karena Covid, saya juga menjaga. Tidak ada pesta besar, silaturahmi, atau kumpul keluarga,” jelas Eko Roni.

“Apalagi orang tua [saya] sedang sakit, agak sulit. Orang tua istri juga sakit. Jadi, bagaimana kita bisa sesekali [datang] merawat mereka. Saya ingin menghabiskan waktu bersama orang tua, tetapi yang menunggu di sana juga banyak. Saya ingin bersantai dengan orang tua.”

Melalui unggahan di laman Instagram pribadinya, Eko Roni kini sudah usai menjalani masa karantina dan berada di kota kelahirannya itu. Tetapi, ia sama sekali tak melewatkan waktu latihannya.

Ditunggu Media Lokal

Kepulangan bintang MMA Indonesia itu juga dengan cepat menyebar di media nasional. Namun, Eko Roni lantas tak segera menyambutnya karena sejumlah alasan yang lebih membuatnya harus menahan diri.

“Media banyak yang menghubungi, [termasuk] Samarinda TV,” katanya.

“Tetapi, saya tidak mau langsung mengambil karena harus memberitahukan [pada manajemen saya] dan menjaga jarak. Karena saya memiliki manajemen [atlet], tidak semudah itu mengambil keputusan. Saya kembalikan ke manajer saya.”

Sebagai atlet MMA yang tengah naik daun, Eko Roni memang harus selalu bersikap profesional di mana pun dirinya berada, termasuk dalam jadwal pertandingannya yang akan datang.

Ketika ditanyakan, ia kembali merujuk pada para pelatihnya di Evolve tentang persiapan yang dijalani sampai saat ini.

“Belum ada [jadwal bertanding]. Kalau [laga] kemarin diambil, saya seharusnya bertarung, namun ada pertimbangan dari pelatih. Mungkin ada hal-hal yang membutuhkan persiapan lebih matang,” ungkapnya.

“Saya dan pelatih tidak mau menelan kekalahan. [Karena sekarang] persaingan lebih ketat, kami tidak langsung mengambil keputusan.”

Baca juga: Kartu Pertandingan Resmi ONE: HEAVY HITTERS, 14 Januari Nanti

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.