Berita

Rudy Agustian, Abro Fernandes Prediksi Hasil ONE: NEXTGEN II

Ajang eksplosif ONE: NEXTGEN II diramaikan para striker dan seniman bela diri campuran berbahaya, termasuk bintang muda Muay Thai yang menjanjikan dari sasana Petchyindee Academy.

Disiarkan dari Singapore Indoor Stadium, kartu pertandingan dalam edisi kedua rangkaian gelaran utama NEXTGEN ini akan berlangsung pada Jumat malam, 12 November ini.

Sebagai sajian laga utama, striker elite Saemapetch Fairtex akan melawan debutan Rittewada Petchyindee Academy dalam perebutan posisi penantang teratas divisi bantamweight Muay Thai.

Berbicara tentang berbagai aksi di disiplin bela diri campuran, kickboxing dan Muay Thai yang akan tersaji malam ini, seorang Juara Nasional Muay Thai Indonesia Rudy “The Golden Boy” Agustian dan rival lamanya Abro “The Black Komodo” Fernandes pun turut berbicara. Menurut mereka, kartu pertandingan ini akan ramai jual beli serangan.

1. Saemapetch Fairtex Vs. Rittewada Petchyindee Academy

“The Home Of Martial Arts” memang tak pernah kehabisan para striker Muay Thai elite, yang dibuktikan dengan munculnya bintang muda asal Petchyindee Academy itu dalam divisi bantamweight Muay Thai.

Pada aksi debutnya malam ini, Rittewada akan langsung bertemu dengan penantang teratas divisinya – Saemapetch Fairtex. Namun, hal itu tak mengurangi kesempatan pejuang Thailand ini untuk menang.

“Yang pasti ini petarung muda yang sedang bersinar, dan ia memiliki tendangan kiri yang keras. Push kick-nya [tendangan dorong] juga bagus, jaraknya bagus. Salah satu nama besar juga sudah pernah dikalahkannya, seperti Pakkorn [PK.Saenchai Muaythaigym],” kata pendiri sasana Golden Camp itu.

“Cuma ini sama-sama kidal [southpaw]. Biasanya, atlet southpaw sangat dapat menyarangkan tendangan ke arah tubuh jika lawan mereka ortodoks, tapi kalau sama-sama kidal, harus tendangan rendah dulu sebelum masuk tendangan atas.”

Hanya, jika berbicara tentang jam terbang, Rudy menyebut kalau pukulan keras Saemapetch perlu diwaspadai, seperti yang terlihat saat ia ‘menidurkan’ Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai pada ronde pertama.

“Saemapetch tangannya lebih rapi, dominan juga. Kalau jangkauan itu Rittewada,” sambungnya. “[Saemapetch] memiliki kombinasi pukulan yang lebih lengkap, namun Rittewada cukup dominan di kaki.”

Terkait kemampuan teknis, Rudy nampak lebih mengunggulkan bintang muda andalan Petchyindee Academy itu – dimana gaya permainan yang kidal dan jangkauan serangan Rittewada disebutnya akan menjadi penentu.

“Kayaknya saya memegang Rittewada. Ini permainan jangkauan, nampaknya [hasil laga akan melalui] keputusan [juri],” pungkasnya.

2. Smokin’ Jo Nattawut Vs. Yurik Davtyan

Selain itu, hadir pula striker kuat Thailand, “Smokin’” Jo Nattawut dengan tank Rusia Yurik “Mee Khao Jomhot” Davtyan, yang juga disebut Rudy akan sarat dengan pertukaran serangan keras.

“Kalau Jo Nattawut tahu, pukulannya juga bagus. Cocok lah dia, karena pukulannya keras. Itu saya sempat melihat petinju Ukraina yang dipukul sampai jatuh. Tangannya lumayan dominan,” kata Rudy.

Di skena Muay Thai, nama Nattawut memang cukup bersinar, tetapi Rudy juga tak meragukan kemampuan striking Davtyan yang sangat berbahaya.

“Setahu gue Rusia [Yurik Davtyan] juga bermain tangan. Ini nantinya akan terjadi jual-beli pukulan, pukul-tendang gaya kickboxing,” ujarnya.

Hanya, jika berbicara pilihan, Rudy memilih sang tank Rusia. Jika Davtyan dapat melihat celah dalam pertahanan Nattawut, bukan tak mungkin pria ini akan mampu keluar sebagai pemenang.

“Kayaknya [yang dari] Rusia. Jo Nattawut akan didominasi oleh atlet Rusia itu. Kalau dirinya petarung yang bagus, jelas Nattawut yang akan didominasi,” prediksi Rudy.

“Bisa ‘tidur’ [KO] ini, sepertinya di ronde kedua atau setelahnya.”

3. Agilan Thani Vs. Hiroyuki Tetsuka

Kini, giliran sang rival, Abro Fernandes yang memberi prediksinya untuk laga divisi welterweight antara bintang Malaysia Agilan “Alligator” Thani dan atlet veteran Jepang Hiroyuki “Japanese Beast” Tetsuka.

“Menurut saya, laga ini sangat menarik untuk ditonton karena keduanya memiliki kemampuan yang baik dan haus untuk bertanding,” jelas Abro. “Pertandingan ini juga menarik bagi saya, karena saya ingin melihat bagaimana Thani dapat tampil kembali untuk mengincar kemenangan.”

Abro menjelaskan bahwa Thani belum sepenuhnya konsisten saat berlaga dalam Circle ONE, karena kondisi mentalnya yang kurang fit untuk meraih kemenangan.

“The Black Komodo,” yang pernah berbagi Circle dengan bintang Malaysia itu berkata bahwa setelah kekalahannya dari Juara Dunia ONE Welterweight Kiamrian “Brazen” Abbasov, Thani nampak kehilangan semangat.

“Pada saat saya berbicara dengannya setelah kekalahan itu, saya lihat ia sedikit sedih karena mengalami hambatan besar dalam kariernya,” jelas Abro.

“Apalagi, setelah Abbasov menang dalam laga itu, ia meraih posisi Juara Dunia.”

Perwakilan Han Academy ini mengatakan bahwa inilah waktunya bagi Thani untuk menunjukkan bahwa ia layak kembali menjadi penantang gelar dan mematahkan rekor kekalahannya.

Namun, itu takkan mudah karena Tetsuka adalah lawan yang tangguh.

“Tetsuka mempunyai teknik lengkap dan dapat berlaga di mana saja. Karena kekalahan sebelumnya, ia akan menjadikannya lebih ‘haus’ untuk mengincar kemenangan,” lanjut pria yang berbasis di Solo ini.

“Sebaliknya, jika Thani dapat memperlihatkan kemampuan yang lebih tajam dan mental yang lebih kuat, saya kira ia dapat mematahkan rangkaian kekalahannya.”

Namun, ada hambatan lain. Thani berpisah dengan sasana yang lama melatih dan melambungkan namanya.

“Saya kira ini menjadi salah satu faktor tambahan yang akan menyulitkan ‘Alligator’,” kata Abro. “Mungkin karena ia tak merasa sasananya memenuhi kebutuhan, namun perpisahan dengan tim dan pelatih lama adalah hal besar bagi karier seorang atlet MMA. Ini dapat membantu atau malah mempersulit atlet tersebut.”

Akhirnya, prediksi Abro pun cenderung pada Tetsuka, yang dinilainya dapat meraih kemenangan karena berbagai faktor yang terjadi dalam kehidupan Thani baru-baru ini.

3. Han Zi Hao Vs Victor Pinto

Membuka ajang ini adalah laga bantamweight Muay Thai antara striker Tiongkok Han Zi Hao melawan Victor “Leo” Pinto, yang dapat dipastikan berjalan sangat keras. Han terkenal sangat agresif, sementara Pinto dikenal sangat taktis dan telah mengasah kemampuannya di Thailand.

Rudy pun menjelaskan bahwa jika dibandingkan, Han masih mampu mendominasi lawannya itu, terutama jika melihat beberapa rangkaian kemenangan yang diraihnya jelang laga ini.

“Dia [Han] itu [mengandalkan] pukulan. Tendangan juga ada, tapi lebih dominan juga kombinasi pukulannya,” urai Rudy. “[Sedangkan] Pinto, ia sangat teknis. Semuanya dimainkan, tapi kalah tekanan dari Han Zi hao. Han lebih mendominasi.”

Secara pribadi, Rudy pernah melihat kerasnya aksi Hao yang tampil dalam kartu pertandingan dimana ia juga tampil saat itu. Oleh karena itu, ia pun lebih menjagokan bintang Tiongkok itu dalam laga ini.

“Sepertinya [Han], melalui keputusan juri. Pinto sudah terlatih di Thailand secara mental, tapi Han Zi Hao [menang mutlak] dan angka juga,” tutupnya.

Baca juga: Pertaruhan Terbesar Bagi Tiap Petarung Di ONE: NEXTGEN II

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.