Gaya Hidup

Atlet Wanita Andalan Indonesia Ingin Menginspirasi Banyak Wanita

Tidak mudah bagi Priscilla “Thathie” Hertati Lumban Gaol untuk berada di dalam dunia bela diri campuran, saat ia harus menghadapi semua tantangan yang ada dengan lapang dada.

Atlet yang kini menjadi salah satu wanita Indonesia terbaik yang pernah tergabung dengan ONE Championship ini juga menjadi atlet paling aktif sepanjang tahun 2018, dimana dirinya dinilai memiliki potensi keberhasilan yang tinggi dalam panggung dunia.

“Setelah 13 tahun, akhirnya orang tua saya benar-benar mendukung saya. Mereka datang menonton saya langsung di Istora Senayan pada pertandingan terakhir saya,” kata Priscilla.

Ia terkenang saat-saat dimana kedua orang tuanya tidak merestui keputusannya untuk memasuki dunia bela diri campuran, atau MMA.

“Awal masuk MMA, saya bertemu dengan bang Zuli [Silawanto] di Siam Taining Camp, awal tahun 2017. Dulu saya tidak pernah terpikir untuk menjadi atlet lagi, karena kenangan buruk terakhir saya [di tingkat nasional],” katanya.

“Saya merasa ada ketidakadilan [tidak sportif]. Pada saat itu, saya masih menjadi atlet wushu.” tambahnya.

Memang tidak mudah berlaga di dalam arena yang sebagian besar petarungnya adalah pria. Hal ini pun dipatahkan sendiri oleh Priscilla, dengan berbagai kemenangan yang diraihnya selama ini.

Rasa bangga ini pun lebih terasa saat ia akhirnya bergabung bersama ONE Championship.

“Bangga pastinya, karena saya jadi lebih dikenal banyak orang dan mungkin juga dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya para wanita di Indonesia,” jelasnya.

“Saya masih merasa belum dapat dijadikan panutan untuk para wanita Indonesia, karena masih banyak wanita Indonesia hebat dan kuat di luar sana.”

“Pastinya, saya ingin semua wanita Indonesia dapat mengejar semua apa yang dicita-citakan, dan juga selalu kuat.”

Indonesia masih merasakan sebuah stigma dimana pekerjaan keras dalam bentuk apapun hanya dapat dilakukan oleh para pria. Meski berbagai pergerakan untuk kesetaraan gender muncul, perjuangan para wanita Indonesia masih terasa panjang.

“Mari buang stigma masyarakat bahwa wanita itu lemah,” tambahnya.

Dikenal sebagai sosok yang disiplin dan konsisten, Priscilla mengaku bahwa tantangan terbesarnya adalah dirinya sendiri. Untuk dapat menjadi seperti saat ini, ia harus benar-benar mampu mengendalikan dan menguasai dirinya sendiri, serta menjaga pergaulannya agar dapat terus meraih prestasi lebih besar.

“Saya melewati [tantangan yang ada] dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta keluarga, lalu meminta bimbingan pelatih dan tim saya di Siam Training Camp. Mereka yang paling mengerti posisi saya saat ini,” sebutnya.

“Tidak ada perubahan signifikan dengan saya. Saya masih seperti yang dulu, hanya saja sekarang mulai sedikit di kenal orang.”

“[Saya terus] berkomitmen untuk [akhirnya]menjadi salah seorang Juara Dunia yang akan dikenang oleh dunia dan menjadi inspirasi. [Saya juga] berusaha konsisten menjalankan program latihan.” jelasnya terkait perubahan yang terjadi pada dirinya sebelum dan sesudah memasuki dunia MMA.

Sukses, namun tetap rendah hati. Dengan ketegasan, kedisiplinan, komitmen dan konsistensi tinggi, kehadiran Priscilla di ONE tentu saja menarik perhatian banyak orang, lagi-lagi khususnya bagi para wanita Indonesia.

“[Seni] bela diri ini bukan hanya untuk laki-laki saja.” tegasnya mendukung para wanita yang masih ragu memasuki dunia MMA.

“Ada peraturan-peraturan, jadi tidak perlu takut. Kalau untuk basic, semua pasti bisa. Dari bela diri wushu, kickboxing, Muay Thai, tinju, silat, BJJ, gulat, judo dan masih banyak lagi.”

“Untuk masuk [dunia profesional] MMA, hanya perlu melengkapi apa yang menjadi kekurangan kita. Harus konsisten dengan pola latihan, pola makan dan istirahat.”

Tetapi perlu diakui bahwa Priscilla bukanlah seorang pesaing biasa, dimana ia memiliki semangat yang tak pernah padam. Pastinya, banyak sekali harapan yang berputar di benaknya, salah satunya adalah untuk melihat lebih banyak pahlawan wanita di ONE Championship.

“Untuk para pahlawan [yang tergabung bersama] ONE Championship, agar selalu menyebar kebaikan di manapun [kita] berada – agar para wanita yang menyukai olahraga ini juga menjadi termotivasi untuk menjadi lebih kuat dan lebih berani.” ungkapnya,

“Hal ini juga sama bagi para wanita Indonesia. Kita harus [lebih] kuat dan berani menggapai cita-cita kita. Sebagai wanita, kita juga punya hak untuk itu.”