Fitur

Ataides Vs. Aung La: 4 Kunci Kemenangan Di ONE: BATTLEGROUND

Akan dibutuhkan kombinasi kemampuan dan kemauan keras yang akan menentukan pemenang dalam laga dengan pertaruhan besar antara Aung La “The Burmese Python” N Sang dan Leandro “Wolf” Ataides pada hari Jumat, 30 Juli.

Keduanya ingin kembali menantang Reinier “The Dutch Knight” de Ridder demi gelar Juara Dunia ONE Middleweight, maka laga pendukung utama di ONE: BATTLEGROUND ini akan menjadi sangat keras.

Sebelum laga bela diri campuran ini tayang secara langsung dari Singapore Indoor Stadium, mari jabarkan beberapa kemampuan dan jalur menuju kemenangan bagi Aung La N Sang dan Ataides.

#1 Pukulan Tajam Aung La

Teknik tinju “The Burmese Python” akan menjadi aset terbesarnya melawan perwakilan Nova Uniao tersebut.

Ataides tak memiliki kekuatan satu pukulan pencetak KO di kedua kepalan tangannya, dan rahang Aung La N Sang nampak terbuat dari granit, maka sebuah pertukaran serangan akan menguntungkan pahlawan Myanmar itu.

Perwakilan Sanford MMA ini memang akan memulai pertukaran serangan, tetapi kelemahan dalam pertahanan Ataides seringkali terjadi saat ia menyerang. “Wolf” akan menurunkan tangannya saat menutup jarak, dan saat ia mengayunkan serangan jarak jauh, ia cenderung membuka celah dan mengangkat dagunya.

Hal ini terlihat jelas lewat hook kiri atlet Brasil tersebut. Jika Aung La N Sang sangat cermat, ia akan dapat menyarangkan uppercut kanan andalannya ke bagian tengah tubuh Ataides, atau ia dapat mencoba menyambungkan straight kanannya ke arah tengah untuk membalas serangan.

#2 Serangan Kejam Ataides Di Udara

Brazilian MMA fighter Leandro Ataides leaps with a flying knee

Ataides memang memiliki fisik yang luar biasa dan kekuatan dalam tiap serangannya, namun saat melawan Aung La N Sang, ia tak mungkin memiliki keunggulan hanya dengan kedua tangannya.. Sebaliknya, “Wolf” pun dapat mengeluarkan seluruh arsenal dari kuda-kuda ortodoks.

Warga Rio de Janeiro ini gemar mengendalikan di tengah Circle dan mendikte pergerakan rivalnya dengan feint dan peralihan kuda-kuda. Saat ia dapat mendesak lawannya di dinding Circle, ia pun dapat mulai lebih kreatif lagi dalam menyerang.

Dalam seluruh situasi tersebut, Ataides tak akan berkeberatan untuk menyerang dengan pergerakan dinamis, seperti tendangan lutut di udara (flying knee), pukulan ala Superman, dan pukulan memutar.

Sosok sebesar “Wolf” yang menerjang ke arah anda jelas akan menjadi pemandangan menakutkan. Jika serangan utamanya tak berhasil, ia akan melanjutkan dengan serangan berikutnya dan mengambil keunggulan dari lawan yang berusaha mempertahankan diri.



#3 Ketenangan Aung La Di Bawah Tekanan

Seluruh serangan keras dari Ataides itu akan memainkan ketenangan, ketahanan tubuh dan pengalaman “The Burmese Python” saat menghadapi para pemukul keras.

Jika ia dapat mengukur serangan liar Ataides dan tetap tenang, Aung La N Sang seharusnya memiliki kesempatan besar untuk membalas serangan.

Terlebih lagi, Aung La N Sang dapat mengandalkan rahang besinya. Ia bertukar serangan jarak dekat melawan mantan penguasa heavyweight Brandon “The Truth” Vera dan muncul sebagai pemenang, serta belum pernah terkena KO di ONE, walau ia menerima lebih banyak serangan keras dibandingkan atlet mana pun.

Dengan keyakinan untuk menerima serangan Ataides, ikon Myanmar ini dapat meraih keunggulan dari keinginan rivalnya untuk menguji kemampuan striking dengan menunggu momentum maju “Wolf.”

Saat pria asal Brasil itu melakukannya, mantan Juara Dunia dua divisi ONE ini dapat menyerang celah tersebut dengan pukulan keras yang berdampak ganda, dengan kekuatan yang ditambah dengan momentum maju dari Ataides.

#4 Teknik BJJ Elite Ataides

Teknik andalan Ataides berkaitan erat dengan kemampuan elitenya dalam disiplin Brazilian Jiu-Jitsu. Walau ia jarang sekali menggunakan kemampuan itu di MMA, ia merebut berbagai gelar Kejuaraan Dunia BJJ dan mewakili para petarung kuat di Nova Uniao.

Sementara itu, kelemahan Aung La N Sang terekspos dalam kekalahan beruntunnya di perebutan gelar saat melawan De Ridder. Warga Belanda itu segera menaklukkan “The Burmese Python” dalam laga perdana mereka, serta berulang kali menyeret dan mengendalikannya di ground dalam pertemuan kedua.

Walau Ataides dan “The Dutch Knight” memiliki sabuk hitam BJJ, atlet Brasil itu memiliki pencapaian lebih banyak di atas kertas. Dengan itu, laga melawan Aung La N Sang ini mungkin menjadi waktu yang sempurna untuk kembali ke akarnya. Itu jelas memberi “Wolf” kemungkinan terbesar untuk meraih kemenangan, walau ia mungkin akan bertanding dengan hatinya, bukan dengan kepalanya.

Ataides juga sempat berlatih bersama De Ridder beberapa bulan terakhir ini – sesuatu yang seharusnya memberi dampak mental bagi Aung La N Sang dan mempengaruhi strateginya dalam laga Jumat ini.

Baca juga: 5 Alasan Untuk Menonton ONE: BATTLEGROUND, 30 Juli

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.