Fitur

Rudy Agustian Ajak Saksikan Kickboxer Terbaik Dunia Di ONE: DREAMS OF GOLD

Laga kickboxing terbaik dunia akan tersaji dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD di Bangkok, Thailand, pada tanggal 16 Agustus mendatang.

Empat kickboxer terbaik dunia, Giorgio “The Doctor” Petrosyan, “Smokin” Jo Nattawut, Dzhabar “Genghis Khan” Askerov dan Samy “AK47” Sana akan bertanding untuk melaju ke babak final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Antusiasme penggemar seluruh dunia menyaksikan babak semifinal tersebut sangatlah tinggi, tak terkecuali atlet divisi flyweight asal Indonesia, Rudy “The Golden Boy” Agustian, yang sudah tidak sabar menantikan para petarung yang akan beraksi di Impact Arena tersebut.

“Ini pertandingan impian, kedua pertandingannya keren! Sebagai penikmat, saya akan sangat menikmati kedua laga tersebut,” kata petarung berusia 34 tahun ini.

Giorgio Petrosyan defeats Petchmorakot via unanimous decision in the biggest rematch in kickboxing history, securing a semifinal spot in the US$1,000,000 ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix!

Giorgio Petrosyan defeats Petchmorakot via unanimous decision in the biggest rematch in kickboxing history, securing a semifinal spot in the US$1,000,000 ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix!????: Check local listings for global TV broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, July 12, 2019

Memulai karir bela dirinya dalam disiplin Muay Thai, Rudy berhasil menjuarai Kejuaraan Nasional Muay Thai di Bali, Indonesia, pada tahun 2013. Ia juga menyabet predikat sebagai ‘Atlet Muay Thai Terbaik’ pada saat itu.

Selain itu, pria yang sempat mengikuti pemusatan latihan nasional Muay Thai demi persiapan Sea Games 2013 di Myammar ini mengatakan bahwa pertemuan Samy dan Dzhabar akan menjadi laga yang paling ia nantikan dalam ajang ini.

Selain keduanya termasuk kickboxer terbaik dunia, Samy sebelumnya berhasil mengalahkan salah satu legenda Muay Thai, Yodsanklai Iwe Fairtex.

“Pertandingan Samy dan Dzhabar lebih saya nantikan, karena keduanya adalah nama besar di dunia kickboxing,” lanjutnya.

“Saya ingin tahu apakah pukulan keras dan keagresifan Dzhabar dapat menghadapai keunggulan jangkauan dari Samy Sana.”

“Kemarin permainan Samy sangat bagus, dia dapat membungkam seorang Yodsanklai. Ini yang membuat saya menjadi penggemarnya, karena teknik bertandingnya sangat bagus.”

Manurut “The Golden Boy,” kepiawaian bertarung “AK47” dalam menghadapi Yodsanklai pada ajang ONE: ENTER THE DRAGON bulan Mei lalu akan menjadi faktor yang paling menentukan saat menghadapi Dzhabar.

“Yodsanklai petarung berkaliber di Muay Thai, dimana banyak juga yang mengatakan ia adalah legenda hidup Muay Thai selain Buakaw. Pukulan dan tendangan kirinya sangat berbahaya, [dan] yang dilakukan Samy Sana sangat bagus dalam pertandingan itu,” jelas Rudy.

“Ketika Yodsanklai masuk pukulan, Samy counter dengan lututnya. Saya rasa Samy akan menggunakan cara yang sama dalam pertandingannya melawan Dzhabar, apalagi secara fisik Dzhabar lebih pendek dari Yodsanklai.”

“Jadi, untuk fight ini, saya mengunggulkan Samy Sana untuk menjadi pemenang.”

Sementara itu, dalam laga Giorgio “The Doctor” Petrosyan melawan “Smokin” Jo Nattawut, “The Golden Boy” memprediksi idolanya keluar sebagai pemenang dan melaju ke babak final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

“Saya pasti memegang “The Doctor”,” kata atlet perwakilan Golden Camp/Pitbull Academy ini.

“Gaya bermain Giorgio sangat efektif, ia melemparkan beberapa pukulan lalu dia [melakjkan] pivot dan melemparkan serangan lutut. Cara seperti itu diulang terus menerus, tetapi sangat efektif.”

“Terbukti, selama ini dia jarang sekali kalah dan memegang rekor tak terkalahkan selama bertahun-tahun. Saya menjagokan Giorgio untuk keluar sebagai pemenang.”

Rudy juga berpesan bagi para penggemar untuk tidak melewatkan babak semifinal World Grand Prix ini, terutama bagi mereka yang berlatih Muay Thai dan kickboxing.

Ajang ini akan membuktikan siapa yang akan maju ke babak final turnamen ini, yang akan diselenggarakan bertepatan dengan ajang bersejarah ONE Championship yang ke-100 di Tokyo, Jepang, bertajuk ONE: CENTURY, pada tanggal 13 Oktober.

“Yang pasti, kalian harus menonton [dua pertandingan] ini, karena mereka ini akan menjadi legenda,” sambut Rudy.

“Kalau Giorgio, menurut saya, sudah menjadi seorang legenda. Maka, setiap kali atlet seperti ini bertanding, harus ditonton. Kita dapat belajar banyak dari pertandingan mereka, sangat wajib ditonton!”

“Pertandingan di ONE makin lama makin keren, kalau tidak menonton ONE, berarti bukan pecinta bela diri sejati. Ini serius!” tutupnya.