Fitur

5 Laga MMA Yang Ingin Kita Saksikan Pada Tahun 2022

Terlepas dari tantangan yang sangat besar, tahun 2021 memberi aksi bela diri campuran terbaik di atas panggung dunia – dan para penggemar dapat mengharapkan berbagai aksi yang jauh lebih eksplosif lagi di tahun baru.

Sepasang laga Kejuaraan Dunia telah dijadwalkan untuk membuka tahun 2022 pada tanggal 14 Januari, namun terdapat berbagai pertarungan epik yang dipersiapkan untuk 12 bulan ke depan.

Oleh karena itu, berikut adalah lima aksi MMA penuh intrik yang mungkin terjadi di dalam Circle ONE Championship pada 2022.

#1 Joshua Pacio Vs. Jarred Brooks

Sebuah laga antara penguasa divisi strawweight Joshua “The Passion” Pacio dan penantang peringkat ketiga Jarred “The Monkey God” Brooks akan menjadi sebuah laga klasik yang penuh aksi.

Terdapat perang mulut yang terjadi antara pemegang gelar dari Filipina dan atlet Amerika Serikat yang lantang itu.

Terlebih lagi, Brooks baru-baru ini mencetak kemenangan submission dominan atas Lito “Thunder Kid” Adiwang, yang berlatih bersama Pacio di Team Lakay. Latar belakang ini pun dapat menjadikan laga potensial ini menjadi sangat menarik, dan itu pun sebelum anda mempertimbangkan kemampuan dari kedua petarung.

Pacio adalah striker kuat yang memiliki kemampuan scramble luar biasa dan submission berbahaya. Sementara itu, “The Monkey God” adalah pegulat elite yang dapat menyerang keras sebelum beralih secara agresif ke ground. 

Pertemuan antara kedua petarung ini tak akan membosankan. Terlebih lagi, tambahkan perebutan gelar Juara Dunia ke dalam pertaruhan mereka, dan anda akan mendapatkan laga yang menjadi sorotan luar biasa.

#2 Ham Seo Hee Vs. Denice Zamboanga II

Pictures from the fight between Seo Hee Ham and Denice Zamboanga from ONE: EMPOWER

Ham Seo Hee dan Denice “Lycan Queen” Zamboanga beraksi dalam perempat final ONE Women’s Atomweight World Grand Prix pada September lalu, dan kemenangan terbelah dari atlet Korea Selatan ini membuat para penggemar untuk menyaksikan lebih banyak aksi mereka.

Dalam pertemuan itu, Ham menghantam rivalnya dengan pukulan keras yang terfokus pada straight tajam yang berulang kali menemukan sasarannya. Sebagai balasan, Zamboanga melepaskan pukulan dan menutup jarak untuk mendominasi dalam clinch dan di permainan ground.

Ketiga ronde ini memang berlangsung keras, namun lima ronde akan terasa jauh lebih baik, karena aksi mereka sebelum ini memanas pada akhir stanza penutup saat “Lycan Queen” beralih ke posisi atas dan menyarangkan ground-and-pound liar.

Pada akhirnya, itu sedikit terlambat, karena dua dari ketiga juri memberi kemenangan bagi Ham. Tapi, Zamboanga dan para penggemarnya meyakini bahwa ia layak untuk menang, dimana sebuah laga ulang dapat menjadi penentu.

Jika mereka kembali beradu, keduanya akan lebih waspada menghadapi kekuatan dan kelemahan lawannya, dimana mereka pun akan memiliki motivasi ekstra untuk mengakhiri banyak hal dengan tegas.

#3 Reinier De Ridder Vs. Arjan Bhullar

Dalam sebuah adu mulut lain yang memberi berbagai pilihan kata, Reinier “The Dutch Knight” de Ridder dan Arjan “Singh” Bhullar nampak siap untuk saling beradu di satu titik.

De Ridder adalah Juara Dunia ONE Middleweight dan Light Heavyweight, sementara Bhullar menyandang gelar Juara Dunia ONE Heavyweight, dimana keduanya berada di puncak divisi mereka masing-masing.

Berikutnya, “The Dutch Knight” berharap untuk menjadi Juara Dunia tiga divisi yang pertama dalam sejarah ONE, sementara rivalnya keturunan Kanada-India itu ingin turun dan merebut sabuk emas light heavyweight.

Jika mereka mendapatkan sebuah laga – dalam divisi mana pun – laga ini akan menjadi permainan catur antara dua petarung berkemampuan tinggi.

Teknik judo dan BJJ De Ridder mampu menghancurkan seluruh lawannya dan meraih catatan rekor sempurna 14-0. Namun, Bhullar memiliki teknik gulat kelas dunia, dan jika ia dapat bertahan di kedua kakinya, ia pun memiliki kemampuan tinju yang menjadi ancaman besar.

Seperti biasa, perang mulut hanya akan bernilai sesuai jika hal itu dibuktikan di dalam Circle, dan keduanya akan harus melakukan banyak hal untuk itu.

#4 Dagi Arslanaliev Vs. Christian Lee II

Sebuah laga ulang masuk ke dalam daftar ini, karena kita ingin melihat kembali Christian “The Warrior” Lee melawan Dagi Arslanaliev.

Sebelum kehilangan sabuk Juara Dunia ONE Lightweight miliknya September lalu, Lee mendominasi divisi ini, yang termasuk sebuah kemenangan mutlak besar atas Arslanaliev dalam Final Kejuaraan ONE Lightweight World Grand Prix 2019.

“The Warrior” menggunakan teknik gulatnya untuk mengambil kendali dalam laga itu, walau akhirnya terungkap bahwa rivalnya asal Dagestan itu menderita penyakit serius hanya beberapa minggu sebelum laga – yang mungkin menjelaskan kurangnya ledakan dalam tiap serangannya.

Arslanaliev kini telah kembali, dimana ia pun mengalahkan atlet kuat Rusia Timofey Nastyukhin dalam aksi tiga ronde penuh di ONE: WINTER WARRIORS awal bulan ini, dan menjadi penantang peringkat kedua dalam prosesnya.

Di sisi lain, Lee meraih kemenangan TKO atas Nastyukhin dan Iuri Lapicus sebelum ia kehilangan sabuk Juara Dunia di tangan Ok Rae Yoon.

Namun, sang mantan penguasa masih berada di posisi penantang teratas, dan kekalahannya hanya memicu rasa haus untuk kembali dengan jauh lebih kuat. Jika Lee tak mendapatkan laga ulang melawan Ok, sebuah laga eliminasi perebutan gelar Juara Dunia kontra Dagi juga akan menjadi sangat menghibur.

#5 Ok Rae Yoon Vs. Thanh Le

Sementara tantangan Thanh Le berikutnya adalah atlet featherweight Garry “The Lion Killer” Tonon, ia menyiratkan minat untuk naik satu divisi demi menghadapi sang penguasa lightweight yang baru, Ok.

Juara Dunia ONE Featherweight ini ingin memasuki sekelompok atlet elite yang mampu merebut sabuk emas dalam dua divisi, dan jika ia mampu mempertahankan sabuknya pada awal 2022 ini, akan ada kesempatan yang bagus untuk melihatnya menghadapi petarung Korea Selatan itu berikutnya.

Keduanya adalah striker handal yang memiliki kekuatan dalam tiap bagian tubuhnya, dan sejauh perjalanan mereka bersama ONE, belum ada yang tertandingi di posisi stand-up.

Akan menarik untuk melihat bagaimana kekuatan Le beradu dengan petarung lightweight seperti Ok, dan apakah kecepatan dan pergerakan atlet yang lebih kecil mampu memberi kesulitan besar bagi pria Korea Selatan itu.

Laga ini akan menjadi sangat indah secara teknis – dan tentunya sangat menarik – dimana penggemar hanya dapat berharap bahwa segala sesuatunya tersusun dengan rapi agar Le dan Ok dapat berbagi Circle pada tahun 2022.

Baca juga: 5 KO Epik Para Bintang ONE: HEAVY HITTERS

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.