‘Menambah Warna Dalam Hidup Saya’ – Bintang Muay Thai Supergirl Temukan Rumah Kedua Di Dunia Fesyen
Bintang striking Thailand Anna “Supergirl” Jaroonsak sudah terbiasa tampil di depan penonton sejak kecil. Jadi ketika kamera dari dunia fesyen mulai mengarah kepadanya, ia sudah siap bahkan sebelum pengambilan gambar dimulai.
Pada Sabtu, 14 Maret waktu Indonesia, catwalk akan berganti menjadi ring ketika “Supergirl” kembali bertarung melawan petarung Hong Kong Yu Yau Pui dalam duel atomweight Muay Thai di Lumpinee Stadium, Bangkok, pada ajang ONE Fight Night 41: Sinsamut vs. Jarvis.
Di sela kesibukannya mengelola gym, membangun karier bertarung, dan menjajal dunia baru di luar panggung olahraga tarung, petarung berusia 22 tahun itu diam-diam mulai membangun identitas lain lewat pemotretan fashion, busana avant-garde, dan keinginan mencoba hal-hal yang jarang dilakukan para petarung.
Bagi “Supergirl,” dunia modeling bukanlah langkah karier yang direncanakan atau upaya besar untuk mengubah citra diri. Itu hanya menjadi penyegar dari rutinitas gym dan aktivitas bertarung.
“Supergirl” mengatakan kepada onefc.com:
“Saya belum melakukannya secara penuh waktu. Saya hanya mengambil pekerjaan sesekali ketika ada kesempatan, sebagai variasi saja. Fokus utama saya sekarang adalah mengelola gym baru kami.
“Tapi seperti wanita pada umumnya, saya suka punya foto-foto yang indah. Ini cara yang bagus untuk mencoba hal baru, bertemu orang baru, dan memperluas wawasan.”
Wawancara, sorotan kamera, hingga tekanan untuk tampil di depan publik bukanlah hal baru bagi petarung Thailand tersebut. Ia telah mengoleksi 40 kemenangan profesional di Muay Thai dan melakukan debut di ONE Championship pada usia 16 tahun.
Ketika dunia fashion memanggil, pengalaman itu langsung membantunya beradaptasi. Hal-hal yang biasanya membuat model pemula canggung di depan kamera hampir tidak pernah ia rasakan.
Pendiri Supergirl Jaroonsak Gym itu mengaku selalu merasa nyaman berada di depan kamera:
“Sebenarnya saya hampir tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan dunia fesyen. Saya merasa sangat nyaman, dan semuanya terasa menyenangkan. Saya sudah bertarung sejak kecil, jadi saya terbiasa dengan wawancara dan sesi foto olahraga. Itu tidak membuat saya gugup.”
Bagi “Supergirl,” berada di lokasi pemotretan justru terasa seperti kelanjutan alami dari aktivitas yang sudah ia jalani selama ini.
Yang paling ia nikmati justru proses di balik layar sebuah sesi foto profesional..
Atlet berusia 22 tahun ini mengatakan:
“Saya sangat menikmati prosesnya, melihat bagaimana pemotretan profesional berjalan di balik layar, karena sangat berbeda dengan foto pertarungan.
“Memakai pakaian baru dan melihat diri saya dari sudut pandang yang berbeda – dari tampilan sporty menjadi lebih high-fashion — itu sangat menyenangkan sekaligus menantang.”
Petarung Di Sorotan Panggung Yang Berbeda
Di antara berbagai proyek modeling yang pernah ia jalani, satu pengalaman paling berkesan bagi Anna “Supergirl” Jaroonsak adalah kolaborasi PUMA x ARIES di London, Inggris.
Itu menjadi pengalaman internasional besar pertamanya di dunia modeling, dan tim kreatif di balik kamera membuat pengalaman tersebut semakin menyenangkan bagi petarung yang biasanya menghabiskan hari-harinya dengan celana Muay Thai di gym.
Ia menambahkan:
“Pengalaman modeling untuk kolaborasi itu sangat menyenangkan. Lokasinya luar biasa, dan hasil fotonya terlihat sangat keren. Semuanya terasa sempurna.
“Saya rasa fotografer juga membuat modeling terasa lebih mudah. Mereka sangat pandai memberi semangat dan membuat suasana jadi menyenangkan. Kadang mereka punya ide kreatif yang benar-benar unik, dan rasanya seperti sedang bersantai sambil berfoto dengan teman.”
Ini adalah sisi dirinya yang jarang terlihat oleh dunia pertarungan.
Di luar gym dan Circle, “Supergirl” menikmati sisi kreatif dan eksperimental dalam dunia fashion. Semakin unik konsepnya, semakin ia tertarik mencobanya.
Ia melanjutkan:
“Saya suka hal-hal yang aneh dan avant-garde – pakaian yang biasanya tidak dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Semua properti itu juga menyenangkan. Dan mencoba berbagai gaya membuat saya sadar, ‘Ternyata saya juga cocok dengan gaya ini.’ Itu sedikit memengaruhi gaya pribadi saya.”
Meski begitu, tuntutan fisik dunia modeling masih jauh berbeda dibandingkan kerasnya kamp latihan.
Sejak kecil, “Supergirl” sudah melatih tubuhnya untuk pertarungan – dua sesi latihan sehari, pad work, sparring, serta tekanan fisik yang berat untuk bersaing di level tertinggi.
Dibandingkan itu, satu hari penuh di lokasi pemotretan terasa jauh lebih ringan:
“Kalau soal stamina, pemotretan jauh lebih mudah daripada bertarung. Pemotretan selama empat sampai enam jam terasa ringan dibandingkan latihan tinju. Latihan jauh lebih berat.”
Untuk saat ini, modeling masih menjadi proyek sampingan, bukan perubahan karier. Petarung Thailand tersebut tetap fokus pada tugas utamanya di Lumpinee Stadium pada 14 Maret.
Namun di luar perjalanan bela dirinya, “Supergirl” juga perlahan membangun sesuatu yang lebih besar melalui berbagai pengalaman baru.
Bintang 22 tahun ini memungkasi:
“Saya suka mencoba hal baru. Sekarang saya juga sedang merencanakan bisnis baru, tapi detailnya masih saya rahasiakan.
“Semua yang saya lakukan adalah proses belajar. Karena sepanjang hidup saya berada di ring tinju, bisa mencoba hal berbeda itu menyenangkan. Itu menambah warna dalam hidup saya.”