5 Pertanyaan Besar Jelang ONE Fight Night 42: Mann Vs. Dzhabrailov Pada Sabtu Ini

Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled

ONE Championship kembali hadir pada jam tayang utama Amerika lewat ONE Fight Night 42: Mann vs. Dzhabrailov pada Sabtu, 11 April, langsung dari Lumpinee Stadium, Bangkok.

Ajang ini berisi delapan laga yang menghadirkan aksi MMA, Muay Thai, dan submission grappling dalam duel penuh intensitas. Setiap pertarungan membawa taruhannya masing-masing, mulai dari rekor tak terkalahkan hingga peluang menuju Gelar Dunia.

Berikut lima pertanyaan besar yang mengiringi gelaran ini:

#1 Berapa Banyak Rekor Sempurna Yang Akan Bertahan?

Empat petarung datang dengan rekor tak terkalahkan, dan semuanya akan diuji pada akhir pekan ini.

Partai utama menjadi sorotan, saat Chase “Mannimal” Mann (7-0) menghadapi Dzhabir Dzhabrailov (6-0). Mann tampil dominan di debutnya, sementara Dzhabrailov mencatat seluruh kemenangan lewat finis, bahkan semua laga di ONE diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga menit.

Pemenang duel ini berpeluang mendekat ke perebutan Gelar Dunia ONE Welterweight MMA milik Christian Lee.

Di sisi lain, Karen Ghazaryan (5-0) dan Joshua Perreira (5-0) juga mempertaruhkan rekor bersih mereka. Masing-masing, mereka akan menghadapi Hiroba Minowa dan Gilbert Nakatani.

Nama terakhir bahkan bisa mengalahkan Eko Roni Saputra pada ronde pertama. Padahal, biasanya sang jagoan Indonesia yang kerap meraih hasil tersebut atas lawan-lawannya.

Dengan begitu banyak rekor sempurna di atas kertas, satu hal pasti bahwa tidak semuanya akan bertahan.

#2 Mampukah Sam-A Terus Melawan Waktu?

Di usia 42 tahun, Sam-A Gaiyanghadao masih tampil di level tertinggi.

Ia memiliki salah satu resume terbaik dalam olahraga ini – mulai dari Juara Dunia perdana ONE Flyweight Muay Thai, ONE Strawweight Muay Thai, hingga ONE Strawweight Kickboxing.

Namun, ambisinya belum selesai. Ia masih membidik kesempatan lain untuk merebut sabuk dari Prajanchai PK Saenchai.

Untuk itu, ia harus melewati ujian berat melawan Elmehdi “The Sniper” El Jamari.

Petarung asal Maroko itu memiliki rekor 27-2 dan mencuri perhatian lewat knockout brutal atas Thongpoon PK Saenchai. Ia datang tanpa niat memberi ruang bagi kebangkitan sang legenda.

Jika berhasil menang, Sam-A akan semakin dekat menuju gelar dunia keempat—sebuah pencapaian langka yang mempertegas bahwa usia bukan batas bagi kejayaan.

#3 Bisakah Suakim Raih Tujuh Kemenangan Beruntun?

Suakim Pongsuphan PK terus menunjukkan konsistensi di level tertinggi.

Mantan juara Lumpinee tiga divisi ini membawa rekor 155-60 dan catatan 7-2 di ONE, termasuk lima kemenangan finis. Ia kini mencatat enam kemenangan beruntun.

Kemenangan terakhirnya bahkan datang lewat knockout spektakuler atas Jake Peacock yang memberinya bonus US$50.000 (Rp850 juta).

Momentum itu menempatkannya dalam radar perebutan Gelar Dunia bantamweight Muay Thai. Jika mampu meraih kemenangan ketujuh beruntun, sulit untuk mengabaikan namanya.

Namun, Vladimir Kuzmin bukan lawan mudah. Petarung Rusia itu memiliki teknik matang dan pengalaman menghadapi nama besar seperti Jonathan Haggerty dan Muangthai PK Saenchai.

#4 Mampukah Iwamoto Membalas Kekalahan Dari Leon?

Saat Dante Leon dan Kenta Iwamoto bertemu pada 2023, Leon keluar sebagai pemenang lewat submission.

Kini, tiga tahun berselang, keduanya kembali berhadapan dengan taruhan yang lebih besar.

Leon telah memperkuat posisinya sebagai salah satu grappler terbaik di ONE, dengan kemenangan atas Bruno Pucci dan Tommy Langaker, serta pernah menantang juara dunia Tye Ruotolo.

Namun, Iwamoto datang dengan perkembangan signifikan. Selain sabuk hitam judo dan BJJ, ia juga menambah kemampuan gulat Greco-Roman dalam permainannya.

Bagi Leon, ini soal mempertahankan posisi di puncak. Bagi Iwamoto, ini kesempatan untuk membalikkan narasi.

#5 Bisakah Paez Lanjutkan Momentum Besar?

Diego Paez tampil luar biasa saat mengalahkan Johan “Jojo” Ghazali, salah satu prospek paling berbahaya di divisi flyweight.

Kini, ia menghadapi tantangan baru dalam diri Black Panther.

Petarung Thailand itu datang dengan empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan atas Johan Estupinan dan Ali Saldoev. Gaya agresif dan tekanan konstan menjadikannya ancaman serius.

Duel ini dipastikan berlangsung keras. Kemenangan bagi Black Panther akan mengangkat posisinya di papan atas divisi, sementara Paez berpeluang mencetak dua kemenangan besar beruntun.

Dengan banyaknya rekor, ambisi, dan peluang yang dipertaruhkan, ONE Fight Night 42 menjanjikan malam penuh jawaban—dan mungkin juga kejutan.

Selengkapnya di Fitur

Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled
Ali Saldoev Black Panther ONE Fight Night 23 20 scaled
Alexis Nicolas Regian Eersel ONE Fight Night 25 38 scaled
nongoasa
nabilrambo
Yonis Anane Riamu Matsumoto ONE Friday Fights 142 2 scaled
Nabil Anane Open Workout 7
Supergirl
Tye Ruotolo Shozo Isojima ONE 173 10 scaled
Enkh Orgil Baatarkhuu Fabricio Andrade ONE Fight Night 38 19 scaled
Japan's Ayaka Miura makes her way to the ring inside the Mall Of Asia Arena
Jackie Buntan vs Stella Hemetsberger 6 scaled