5 Pertanyaan Besar Jelang ONE Fight Night 40: Buntan vs. Hemetsberger II

Jackie Buntan vs Stella Hemetsberger 14 scaled

Organisasi seni bela diri terbesar di dunia kembali melanjutkan kalender di jam primetime Amerika pada 2026 lewat ONE Fight Night 40: Buntan vs. Hemetsberger II.

Ajang ini digelar langsung dari Lumpinee Stadium, Bangkok, pada Sabtu, 14 Februari bagi penonton Indonesia. Partai utama menyajikan laga ulang panas saat Juara Dunia ONE Women’s Strawweight Kickboxing Jackie Buntan mempertahankan sabuknya melawan rival bebuyutannya sekaligus ratu Muay Thai divisi tersebut, Stella “Always Hungry” Hemetsberger.

Tak hanya rematch penuh gengsi di partai puncak, kartu berisi sembilan laga ini menghadirkan duel penting di MMA, Muay Thai, kickboxing, hingga submission grappling – dengan implikasi perebutan Gelar Dunia dan momen penentu karier di hampir setiap pertarungan.

Berikut lima pertanyaan besar yang membayangi ONE Fight Night 40.

#1 Mampukah Buntan Membalas Kekalahan?

Jackie Buntan nyaris mencatat sejarah sebagai Juara Dunia dua disiplin saat berjuang merebut sabuk kosong ONE Women’s Strawweight Muay Thai di ONE Fight Night 35 pada September lalu.

Namun, Hemetsberger tampil menggila. Petarung Austria itu menjatuhkan Buntan dua kali di ronde pertama lewat pukulan kanan keras sebelum mengamankan kemenangan mutlak dan mencetak sejarah sebagai Juara Dunia ONE pertama dari Austria.

Meski mampu bangkit dan tampil lebih baik di ronde-ronde berikutnya, Buntan tetap harus menerima kekalahan.

Kini kesempatan balas dendam datang dengan pertaruhan yang lebih besar. Kali ini, Buntan mempertaruhkan sabuk kickboxing miliknya, sementara Hemetsberger memburu status juara dua cabang.

Di bawah aturan kickboxing, dinamika pertarungan berubah total. Buntan akan mengandalkan presisi teknik dan kombinasi tajamnya sambil berupaya menetralkan keunggulan tinggi badan dan jangkauan milik Hemetsberger yang menjadi masalah di pertemuan pertama.

Dengan sabuk emas dan harga diri di ujung tanduk, sang juara bertahan memasuki laga ini dengan misi pembuktian.

#2 Siapa Finisher Paling Mematikan Di Featherweight Muay Thai?

Partai pendamping utama akan menentukan siapa Juara Dunia ONE Interim Featherweight Muay Thai.

Nico “King of the North” Carrillo dengan tekanan agresifnya akan berhadapan dengan striker teknikal Thailand, Shadow Singha Mawynn. Kontras gaya ini menjanjikan duel penuh ledakan.

Carrillo mencatatkan rasio penyelesaian 100 persen di ONE Championship, termasuk kemenangan atas mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nong-O Hama. Dalam laga terakhirnya melawan Luke “The Chef” Lessei, ia menunjukkan daya tahan luar biasa sebelum menghentikan lawannya secara brutal.

Petarung Skotlandia itu sangat berbahaya di jarak dekat, karena mampu melepaskan rentetan pukulan keras tanpa ampun.

Sementara itu, Shadow mungkin tak sebrutal Carrillo, tetapi pendekatannya yang sistematis tak kalah mematikan. Knockout spinning backfist atas Bampara Kouyate menjadi bukti insting tajamnya di momen krusial.

Bagi Carrillo, ini adalah kesempatan menebus kegagalan merebut gelar di kelas bantamweight. Bagi Shadow, ini puncak dari perjalanan panjangnya. Pemenang laga ini akan menghadapi Tawanchai PK Saenchai dalam duel unifikasi setelah sang raja divisi pulih dari cedera.

#3 Siapa Yang Akan Melonjak Jadi Penantang Serius Berikutnya?

Dua bintang Brasil, Gabriela “Gabi” Fujimoto dan Lucas Gabriel, akan tampil membawa ambisi besar di divisi masing-masing.

Fujimoto menjalani debut di ONE dengan rekor sempurna 7-0 dan reputasi sebagai striker tajam dengan ground game berbahaya. Namun, ia langsung menghadapi ujian berat melawan veteran tangguh divisi atomweight MMA, Jihin “Shadow Cat” Radzuan.

Jika mampu menang, Fujimoto berpeluang langsung mencuri perhatian di divisinya.

Di sisi lain, duel lightweight MMA antara Gabriel dan Magomed Akaev akhirnya terwujud setelah dua kali tertunda akibat cedera.

Gabriel mencatatkan rekor 3-0 di ONE Championship dengan kombinasi BJJ elite dan striking yang terus berkembang. Ia akan menghadapi petarung Dagestan yang membawa latar belakang gulat kuat dan rekor profesional hampir sempurna.

Kemenangan meyakinkan bisa mengangkat Gabriel ke jajaran elite lightweight yang sarat persaingan.

#4 Apa Taruhan Terbesar Bagi Kingad Dan Black Panther?

Danny “The King” Kingad dan Black Panther datang dengan situasi berbeda, tetapi sama-sama punya banyak hal untuk dipertaruhkan.

Kingad sudah lama berada di papan atas flyweight MMA dan beberapa kali mendekati gelar juara. Namun kini ia berada dalam tren dua kekalahan beruntun untuk pertama kalinya dalam kariernya.

Di usia 30 tahun dan kembali setelah jeda panjang akibat cedera serta urusan keluarga, petarung Filipina ini harus membuktikan bahwa dirinya masih relevan di level tertinggi. Lawannya, spesialis knockout Hu Yong, siap menjadi ujian berat.

Sementara itu, Black Panther justru sedang dalam performa terbaiknya. Setelah kalah dalam debut, striker Thailand itu bangkit dengan empat kemenangan beruntun, termasuk knockout atas Ali Saldoev dan Johan “Panda Kick” Estupinan.

Dengan sabuk flyweight Muay Thai saat ini lowong, kemenangan spektakuler atas Diego Paez bisa memperkuat statusnya sebagai penantang serius.

#5 Siapa Bintang Muda Yang Akan Bangkit Kembali?

Adrian “The Phenom” Lee dan Shozo “Great Teacher” Isojima sama-sama memulai karier MMA mereka dengan gemilang sebelum akhirnya merasakan kekalahan pertama.

Lee, yang berasal dari dinasti MMA ternama dan dibimbing sang kakak Christian Lee, memenangkan tiga laga awalnya dengan penyelesaian impresif. Namun lajunya terhenti saat Tye Ruotolo menundukkannya lewat submission.

Isojima juga mencatat rekor 6-0 dan meraih bonus penampilan impresif di debutnya, sebelum mengalami nasib serupa saat menghadapi Ruotolo di ONE 173.

Kini keduanya bertemu dalam duel lightweight MMA krusial. Sama-sama berbakat dan punya potensi jadi Juara Dunia, tetapi hanya satu yang bisa kembali menyalakan momentum di divisi yang sangat kompetitif ini.

https://www.instagram.com/reel/DPXn0nyDoQL/?utm_source=ig_embed&ig_rid=354a999b-a34e-406a-a9b2-d4e9626b9508

Selengkapnya di Fitur

Jackie Buntan vs Stella Hemetsberger 14 scaled
shadownico
Adam Sor Dechapan Nahyan Mohammed ONE Friday Fights 107 49 scaled
Jonathan Di Bella Prajanchai PK Saenchai ONE Fight Night 36 16 scaled
Diogo Reis Daiki Yonekura ONE Fight Night 38 15 scaled
Nadaka Numsurin Chor Ketwina ONE 173 18 scaled
Yuya Wakamatsu Joshua Pacio ONE 173 22 scaled
Team Mongolia in Physical Asia
Yuki Yoza Superlek ONE 173 18 scaled
Numsurin Chor Ketwina Paeyim Sor Boonmeerit ONE Friday Fights 113 33 scaled
Stamp Fairtex Ham Seo Hee ONE Fight Night 14 2 scaled
RodtangSon